YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jul 2018, 0

Internasional

Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15

Saturday, 02 December 2017 | View : 79

siarjustisia.com-PYONGYANG.

Warga Korea Utara (Korut) menggelar perayaan massal atas uji coba rudal balistik yang dilakukan pekan ini. Warga terlihat menari di lapangan-lapangan publik.

Media milik partai berkuasa Korut, Rodong Sinmun mengisi halaman depan hariannya dengan foto-foto yang memperlihatkan ribuan tentara yang berbaris rapi dan warga yang merayakan di lapangan Kim Il-Sung di Pyongyang, Korea Utara (Korut) yang dihiasi dengan potret-potret besar para mendiang pemimpin Korut.

"Kami sungguh-sungguh merayakan keberhasilan uji coba Hwasong-15 yang menunjukkan kekuatan dan kehebatan Chosun (Korut) pada seluruh dunia," demikian bunyi salah satu banner yang dibawa massa, merujuk ke rudal terbaru yang diluncurkan Korut, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/12/2017).

Pada Rabu (29/11/2017) pagi waktu setempat, Korut berhasil menguji coba sebuah rudal balistik antarbenua yang baru, Hwasong-15. Rudal Hwasong-15 yang diluncurkan pada hari Rabu (29/11/2017) tersebut adalah tipe baru rudal balistik antar benua yang dapat terbang melenting ke udara melampaui 13,000 km atau 8,080 miles, demikian juru bicara kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan kepada Reuters, Jumat (1/12/2017).

Usai peluncuran rudal terbaru tersebut, pemimpin Korut Kim Jong-Un menyatakan negaranya telah berhasil mencapai status negara nuklir penuh. 

Pemerintah Amerika Serikat (AS) merespons dengan mengancam bahwa rezim Kim Jong-Un akan "benar-benar hancur" jika terus mengembangkan persenjataan rudal nuklir jarak jauh.

Dalam perayaan massal ini, Kim Jong-Un tidak hadir, sama seperti dalam perayaan serupa sebelumnya. Namun perayaan tersebut dihadiri oleh para pemimpin militer, partai dan pemerintah. Wakil ketua Komisi Pusat, selaku badan pembuat keputusan di partai berkuasa Korut, Pak Kwang-Ho juga hadir. "Kini tak ada yang bisa melanggar kedaulatan kita dan hak-hak untuk bertahan dan berkembang," cetusnya di depan massa seperti dikutip Rodong Sinmun.

Dikatakannya, AS tersentak akan meningkatnya kekuatan nuklir Korut dan akan mencoba untuk melakukan aksi-aksi provokasi "seperti perampok."

Rudal balistik antarbenua atau ICBM yang diluncurkan Korut pada Rabu (29/11/2017) abu pagi waktu setempat, mengarah ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Rudal itu disebutkan meluncur pada ketinggian sekitar 4.500 km dan mengudara sejauh 960 kilometer selama sekitar 50 menit, sebelum mendarat di daerah di lepas Pantai milik Jepang.

Selain membenarkan peluncuran rudal balistik antarbenua atau ICBM terbaru yang dinamai Hwasong-15 tersebut, Pemerintah Pyongyang melalui sebuah siaran televisi nasional juga mengklaim misil balistik tersebut lebih canggih dari rudal sebelumnya, Hwasong-14. Rudal seri terbaru itu diklaim mampu menghantam seluruh wilayah daratan Amerika Serikat (AS) sebab memiliki "daya ledak sangat besar dan dahsyat". (afp/reuters/rodongsinmun)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.273.852 Since: 07.04.14 | 0.6183 sec