YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Nusantara

Banjir Rendam Pacitan Mulai Surut

Sunday, 03 December 2017 | View : 16
Tags : Banjir, Pacitan

siarjustisia.com-PACITAN.

Banjir yang merendam wilayah Pacitan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebagian besar mulai surut. Ketinggian air kini hanya berkisar 20 sampai 30 cm di Kecamatan Pacitan.

"Banjir sebagian besar sudah surut menyisakan genangan di wilayah Kecamatan Pacitan dengan ketinggian kurang lebih 20 sampai 30 cm, hal ini disebabkan area cekungan yang tidak ada drainase sehingga air tidak bisa keluar," kata Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (2/12/2017).

Meski banjir surut, lumpur sisa banjir masih banyak terdapat di rumah warga. Lumpur tersebut bercampur dengan material sampah yang juga berjumlah banyak.

"Kondisi lumpur sisa banjir dan material sampah banjir yang sangat banyak di perumahan warga terdampak. Kehidupan perekonomian, jasa, pemerintahan berangsur-angsur menuju normal," imbuhnya.

Sutopo Purwo Nugroho menyebut saat ini para pengungsi sudah tak kekurangan logistik. Ketersediaan logistik masih cukup untuk 6 hari ke depan. Hanya saja air minum dan air bersih masih jadi kebutuhan mendesak.

"Kebutuhan mendesak air minum dan air bersih untuk pembersihan lingkungan,pakaian dan buku sekolah, alat bera, dan penampungan air bersih," lanjutnya.

Banjir dan longsor yang terjadi di Pacitan diketahui menelan 25 korban jiwa.

Korban terbaru yang berhasi ditemukan tim SAR yakni 4 korban longsor di Kecamatan Kebonagung. Keempat korban yakni, pasangan kakek nenek Parno (73 tahun) dan Kasih (70 tahun), anaknya Sukesi (41 tahun), dan cucunya Rozak (17 tahun). Seluruh korban ditemukan di satu lokasi. Mereka merupakan satu keluarga warga RT03/RW06, Dusun Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Seperti diberitakan sebelumnya, satu korban hilang akibat banjir di Pacitan ditemukan. Korban ditemukan telah meninggal oleh tim Basarnas.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Korban atas nama Mislan (75 tahun), warga RT04/RW02 Dukuh Winongan, Desa Sirnoboyo, Pacitan," ujar Yoni, petugas Basarnas kepada awak media, Rabu (29/11/2017).

Menurut Yoni, korban meninggal yang sudah ditemukan ada tiga orang. Semuanya merupakan korban banjir. Korban meninggal yang ditemukan adalah Maryati, warga Desa Kayen, Kecamatan Pacitan; Mujiyono, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan; dan Mislan (75 tahun), warga RT04/RW02 Dukuh Winongan, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

"Korban Maryati dan Mujiyono ditemukan kemarin. Sementara korban Mislan ditemukan hari ini," kata Yoni.

Yoni menyebut bahwa masih ada dua orang yang hilang akibat banjir. Mereka yang hilang dan belum ditemukan adalah Eko (41 tahun), warga Blitar dan Amri Suwartono (24 tahun), warga Pacitan.

"Itu berdasarkan data yang masuk ke kami," sambung Yoni.

Yoni mengaku, Basarnas belum bisa melakukan evakuasi terhadap para korban hilang yang tertimbun tanah longsor di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung. Akses menuju ke lokasi terhambat banjir. Selain itu akses ke lokasi juga terhalang longsoran tanah dan batu yang menutupi jalan.

Dari informasi yang dihimpun, masih ada enam warga hilang akibat tertimbun longsor di Desa Klesem. Korban hilang adalah Temu (57 tahun), Situ (22 tahun), Fitri (3 tahun), Parno (73 tahun), Kasih (70 tahun), dan Rozak (17 tahun).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut berbelasungkawa atas bencana banjir dan longsor di wilayah Pacitan, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Mereka berharap pemerintah cepat memberi perhatian terhadap para korban, khususnya anak-anak.

"Kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sejumlah warga Pacitan akibat musibah banjir dan longsor," kata Ketua KPAI Susanto kepada awak media, Kamis (30/11/2017).

"Ini merupakan bencana terparah di Pacitan. Sebelumnya pernah terjadi banjir tahun 1965 tetapi tidak separah tahun ini," sambung Pria yang lahir di Pacitan yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Ponpes Al-Fattah Pacitan ini.

Dikatakan Susanto, KPAI berharap semua pihak mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), BPBD, organisasi peduli bencana dan lembaga bantuan sosial memberi layanan cepat kepada warga dan anak-anak. Diketahui, akses warga tertutup di sejumlah titik.

"Anak-anak kesulitan mendapatkan layanan dasar, was was, takut dan cemas atas kejadian ini. Putusnya akses jalan, membuat kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan dasar, seperti makanan, minuman, obat-obatan dan layanan lain. Distribusi bantuan juga mengalami kesulitan," ucap Susanto. (det/jos)

See Also

Alasan Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil
Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil Sebagai Cagub Jabar 2018
Isi SK Pencabutan Dukungan DPP Partai Golkar Untuk Ridwan Kamil
UMK Timba Ilmu Tata Kelola Administrasi Akademik Di UMS
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Sempatkan Salat Dzuhur Di Masjid Agung Demak Bersama Dandim
Mahasiswa UMK Dimotivasi Cari Pengalaman Global
Pengasuh Ponpes Giri Kusumo Mengapresiasi Kunjungan Dandim 0716/Demak
Dandim 0716/Demak Buka Apel Danramil-Babinsa Kodim 0716/Demak
Babinsa 10/Guntur Melepas Warganya Yang Dipasung
Babinsa 03/Wonosalam Bantu Warga Buat Tanggul
Dandim 0716/Demak Yang Baru Hadiri Acara Lepas Sambut Kapolres Demak
Dandim 0716/Demak Kulonuwun Bersama Tokoh Ulama Demak
Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove Di Pulau Panjang
Tes Urine Dilaksanakan Secara Mendadak Oleh Staf Intel Kodim 0716/Demak Dan Sub Denpom IV/3-2 Pati
Dandim 0716/Demak Sebut Tradisi Ini Merupakan Perjalanan Awal
Dandim 0716/Demak Memberikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Sertijab Panglima TNI Berlangsung Di Mabes TNI Cilangkap
Akademisi Dari Berbagai PT Kolaborasi Tulis Paper Untuk MECnIT 2017
Pernyataan Lengkap Presiden Joko Widodo Kecam Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Indonesia Kecam Langkah Donald Trump Soal Jerusalem
Banjir Dan Longsor Di Pacitan
Survei Capres Indo Barometer
Survei Cawapres Indo Barometer
Banjir Landa Kota Tebing Tinggi Surut
Banjir Landa 21 Kelurahan Di Tebing Tinggi
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.006.131 Since: 07.04.14 | 0.6832 sec