YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2019, 0

Hukum

BNN Telusuri Keterlibatan Oknum Aparat Dalam Produksi PCC Di Sejumlah Daerah

Monday, 04 December 2017 | View : 176

siarjustisia.com-SEMARANG.

Badan Narkotika Nasional (BNN) tengah menelusuri keterlibatan oknum pemerintahan terkait produksi dan peredaran obat paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di sejumlah daerah di Indonesia.

"Mereka berani produksi sebanyak ini, selain itu mereka juga dipersenjatai, pasti ada keterlibatan oknum," beber Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Drs. Budi Waseso pada pers rilis pabrik ilegal PCC di Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Senin (4/12/2017).

Mantan Kabid Propam Polda Jateng pada tahun 2008 ini mengatakan mengenai produksi yang dilakukan di salah satu rumah yang tepatnya berada di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo tersebut, dari hasil operasi yang dilakukan oleh BNN dan kepolisian dalam hal ini Bareskrim dan Polda Jawa Tengah, telah menangkap dan menggeledah beberapa orang.

Menurut mantan Kabareskrim pada tahun 2015 ini, penggerebekan di rumah tersebut merupakan rentetan kasus yang terjadi di Kendari, yaitu penyalahgunaan obat PCC yang memakan korban sebanyak 62 siswa sekolah dasar di mana dua di antaranya meninggal dunia.

"Setelah ditelusuri dari mana pil ini, Kepolisian menemukan bahan pil PCC sebanyak 12 ton. Meski demikian, pada akhirnya Polri dan BNN tidak bisa ikut menangani karena masuk kewenangan Kementerian Kesehatan dan BPOM yang sampai hari ini kita tidak tahu nasibnya," papar mantan Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri pada tahun 2013 itu.

Meski dianggap tidak memiliki wewenang, dikatakannya, BNN dan Kepolisian terus berupaya menelusuri kasus tersebut sejak lima bulan lalu. Hasilnya adalah ditemukan di beberapa tempat di Kalimantan, Sulawesi, dan Jakarta peredaran PCC tersebut. 

"Dari situ kami mendalami asal usul obat itu dari mana, siapa yang suplai dan dimana pabriknya, yang akhirnya pabrik obat tersebut kami temukan di Semarang dan Solo," urai mantan Kabid Litpers Pusprovos Div Propam Polri pada tahun 2009 tersebut.

Khusus untuk pabrik di Solo, mantan Kapus Paminal Div Propam Polri pada tahun 2010 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso mengatakan sudah merupakan pabrik besar karena berdasarkan catatan sejak bulan Januari hingga saat ini sudah memproduksi sekitar 50 juta butir pil PCC. Ia mengatakan angka tersebut jauh lebih banyak dibandingkan pabrik di Semarang yang memproduksi sebanyak 3 juta pil PCC.

Lulusan Akademi Kepolisian pada tahun 1984 yang berpengalaman dalam bidang reserse ini mengatakan artinya untuk produksi pil PCC khusus di pabrik Solo mencapai sekitar 20.000-50.000 butir pil/hari. Dengan produksi tersebut, pelaku mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp 2,7 miliar/bulan.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan masa jabatan 16 Januari 2015-7 September 2015, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso mengatakan untuk pil yang diberi merek Zenith tersebut dijual sekitar Rp 4.000-5.000/butir.

"Sasarannya memang anak SD dan SMP, jadi dijual dengan harga yang terjangkau oleh mereka. Peredaran obat ini sengaja dilakukan untuk merusak generasi masa depan. Yang pasti dampaknya setelah mengkonsumsi obat tersebut akan memabukkan, apalagi jika dicampur dengan kopi atau minuman keras, maka orang yang mengkonsumsi akan bertingkah seperti Zombie. Obat ini efeknya seperti Flaka," jelas mantan Kasespim Lemdiklat Polri pada tahun 2014 tersebut.

Sementara itu, mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo dengan masa jabatan 2 Juli 2012-19 September 2013 tersebut, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso mengatakan pada penangkapan yang dilakukan di pabrik yang ada di Solo, tepatnya ada tujuh orang tersangka dengan dua orang di antaranya adalah penyandang dana dan pemilik pabrik.

"Beberapa pelaku yang sudah kami amankan, di antaranya ada Joni yang diketahui memiliki senjata api, selain itu ada Sri Anggoro alias Ronggo dari Tasikmalaya. Dari paspornya, dia diketahui berkali-kali masuk ke China dan India karena bahan baku pembuatan PCC datang dari dua negara tersebut. Jadi memang Ronggo inilah yang berbelanja bahan baku," terang Jenderal bintang 3 kelahiran Pati, Jawa Tengah tersebut.

Terkait hal itu, pihaknya berupaya terus mengembangkan kasus tersebut.

"Mengenai keterlibatan oknum, saat ini sedang didalami. Anggota kami masih bekerja untuk mengungkap itu. Oknum apa, itu nanti kita buktikan," pungkas mantan Kaden Opsnal II Puspaminal Div Propam Polri pada tahun 2007 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso. (ant)

See Also

Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polres Metro Jakarta Selatan Gali Motif Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.252.812 Since: 07.04.14 | 0.6764 sec