YouTube Facebook Twitter RSS
25 May 2019, 0

Hukum

BNN Telusuri Keterlibatan Oknum Aparat Dalam Produksi PCC Di Sejumlah Daerah

Monday, 04 December 2017 | View : 208

siarjustisia.com-SEMARANG.

Badan Narkotika Nasional (BNN) tengah menelusuri keterlibatan oknum pemerintahan terkait produksi dan peredaran obat paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di sejumlah daerah di Indonesia.

"Mereka berani produksi sebanyak ini, selain itu mereka juga dipersenjatai, pasti ada keterlibatan oknum," beber Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Drs. Budi Waseso pada pers rilis pabrik ilegal PCC di Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Senin (4/12/2017).

Mantan Kabid Propam Polda Jateng pada tahun 2008 ini mengatakan mengenai produksi yang dilakukan di salah satu rumah yang tepatnya berada di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo tersebut, dari hasil operasi yang dilakukan oleh BNN dan kepolisian dalam hal ini Bareskrim dan Polda Jawa Tengah, telah menangkap dan menggeledah beberapa orang.

Menurut mantan Kabareskrim pada tahun 2015 ini, penggerebekan di rumah tersebut merupakan rentetan kasus yang terjadi di Kendari, yaitu penyalahgunaan obat PCC yang memakan korban sebanyak 62 siswa sekolah dasar di mana dua di antaranya meninggal dunia.

"Setelah ditelusuri dari mana pil ini, Kepolisian menemukan bahan pil PCC sebanyak 12 ton. Meski demikian, pada akhirnya Polri dan BNN tidak bisa ikut menangani karena masuk kewenangan Kementerian Kesehatan dan BPOM yang sampai hari ini kita tidak tahu nasibnya," papar mantan Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri pada tahun 2013 itu.

Meski dianggap tidak memiliki wewenang, dikatakannya, BNN dan Kepolisian terus berupaya menelusuri kasus tersebut sejak lima bulan lalu. Hasilnya adalah ditemukan di beberapa tempat di Kalimantan, Sulawesi, dan Jakarta peredaran PCC tersebut. 

"Dari situ kami mendalami asal usul obat itu dari mana, siapa yang suplai dan dimana pabriknya, yang akhirnya pabrik obat tersebut kami temukan di Semarang dan Solo," urai mantan Kabid Litpers Pusprovos Div Propam Polri pada tahun 2009 tersebut.

Khusus untuk pabrik di Solo, mantan Kapus Paminal Div Propam Polri pada tahun 2010 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso mengatakan sudah merupakan pabrik besar karena berdasarkan catatan sejak bulan Januari hingga saat ini sudah memproduksi sekitar 50 juta butir pil PCC. Ia mengatakan angka tersebut jauh lebih banyak dibandingkan pabrik di Semarang yang memproduksi sebanyak 3 juta pil PCC.

Lulusan Akademi Kepolisian pada tahun 1984 yang berpengalaman dalam bidang reserse ini mengatakan artinya untuk produksi pil PCC khusus di pabrik Solo mencapai sekitar 20.000-50.000 butir pil/hari. Dengan produksi tersebut, pelaku mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp 2,7 miliar/bulan.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan masa jabatan 16 Januari 2015-7 September 2015, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso mengatakan untuk pil yang diberi merek Zenith tersebut dijual sekitar Rp 4.000-5.000/butir.

"Sasarannya memang anak SD dan SMP, jadi dijual dengan harga yang terjangkau oleh mereka. Peredaran obat ini sengaja dilakukan untuk merusak generasi masa depan. Yang pasti dampaknya setelah mengkonsumsi obat tersebut akan memabukkan, apalagi jika dicampur dengan kopi atau minuman keras, maka orang yang mengkonsumsi akan bertingkah seperti Zombie. Obat ini efeknya seperti Flaka," jelas mantan Kasespim Lemdiklat Polri pada tahun 2014 tersebut.

Sementara itu, mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo dengan masa jabatan 2 Juli 2012-19 September 2013 tersebut, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso mengatakan pada penangkapan yang dilakukan di pabrik yang ada di Solo, tepatnya ada tujuh orang tersangka dengan dua orang di antaranya adalah penyandang dana dan pemilik pabrik.

"Beberapa pelaku yang sudah kami amankan, di antaranya ada Joni yang diketahui memiliki senjata api, selain itu ada Sri Anggoro alias Ronggo dari Tasikmalaya. Dari paspornya, dia diketahui berkali-kali masuk ke China dan India karena bahan baku pembuatan PCC datang dari dua negara tersebut. Jadi memang Ronggo inilah yang berbelanja bahan baku," terang Jenderal bintang 3 kelahiran Pati, Jawa Tengah tersebut.

Terkait hal itu, pihaknya berupaya terus mengembangkan kasus tersebut.

"Mengenai keterlibatan oknum, saat ini sedang didalami. Anggota kami masih bekerja untuk mengungkap itu. Oknum apa, itu nanti kita buktikan," pungkas mantan Kaden Opsnal II Puspaminal Div Propam Polri pada tahun 2007 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso. (ant)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.842.851 Since: 07.04.14 | 0.5873 sec