YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2018, 0

Internasional

Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem

Thursday, 07 December 2017 | View : 58

siarjustisia.com-AMMAN.

Yordania menolak keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan menyebut keputusan itu gugur secara hukum karena secara langsung mensahkan pendudukan Israel di bagian Timur kota yang disengketakan itu.

Juru bicara pemerintah Yordania Mohamed al-Momani berkata kepada kantor berita Petra bahwa Presiden AS Donald Trump melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang tidak mengakui pendudukan tanah Palestina oleh Israel di bagian Timur Yerusalem dan Tepi Barat.

Yordania menyebut langkah AS itu sebagai tindakan sepihak yang tidak memiliki dasar hukumnya.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mencuit bahwa langkah politik AS telah merusak upaya-upaya perdamaian dan menyatakan status Yerusalem harus ditentukan lewat negosiasi langsung antara Palestina dan Israel.

"Yordania menolak keputusan itu dan semua implikasinya serta akan terus bekerja demi negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata Ayman Safadi.

Yodania kehilangan Yerusalem Timur dan Tepi Barat karena direbut Israel dalam Perang 1967. Yordania menyatakan nasib kota itu hanya boleh ditentukan pada akhir penyelesaian final.

Palestina mengklaim Yerusaelm Timur sebagai ibu kota negaranya nanti. Sebaliknya Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tak terpisahkannya.

Raja Yordania Abdullah sudah memperingkatan Donald John Trump di Washington D.C. pekan lalu soal langkah itu. Raja juga memperingkatkan bakal adanya gejolak di Timur Tengah.

Dinasti Hasyim yang menjadi asal Raja Abdullah adalah penjaga tempat suci Yerusalem sehingga Yordania sangat sensitif terhadap setiap perubahan status Yerusalem, demikian Reuters.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan menggelar pertemuan dengan Raja Abdullah hari ini guna ofensif diplomatik dalam menghadapi langkah politik Presiden AS Donald John Trump. (reuters).

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.385.133 Since: 07.04.14 | 0.7546 sec