YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2018, 0

Internasional

Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem

Thursday, 07 December 2017 | View : 373

siarjustisia.com-LONDON.

Perdana Menteri Inggris Theresa Mary May MP tidak setuju dengan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel karena tidak akan membantu upaya untuk menciptakan perdamaian di wilayah tersebut, kata juru bicaranya, Rabu (6/12/2017).

Jerusalem pada akhirnya harus dibagi antara Israel dan negara Palestina masa depan, kata juru bicara tersebut.

"Kami tidak setuju dengan keputusan Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaannya ke Jerusalem dan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum kesepakatan status terakhir," kata juru bicara tersebut. 

"Kami percaya ini tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini," ujarnya sebagaimana dilaporkan Reuters.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump membalikkan kebijakan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama beberapa dasawarsa pada Rabu (6/12/2017) dan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, terlepas dari peringatan dari seluruh dunia bahwa isyarat tersebut akan mendorong perselisihan antara Israel dan Palestina.

Presiden AS, Donald John Trump memicu kemarahan di Inggris pekan lalu setelah dia menegur keras Theresa Mary May di Twitter setelah Theresa Mary May mengkritiknya karena telah melakukan "re-tweet" video kelompok anti-Islam Inggris.

Juru bicara Theresa Mary May menyambut keinginan Donald John Trump untuk mengakhiri konflik dan pengakuannya bahwa status terakhir Jerusalem, termasuk batas-batas di dalam kota, harus tunduk pada negosiasi antara Israel dan Palestina.

"Kami mendorong Pemerintah Amerika Serikat sekarang mengajukan proposal rinci untuk penyelesaian Israel-Palestina," katanya.

Pernyataan terhadap pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel itu dikeluarkan Donald John Trump ketika ia menyampaikan pidato di Gedung Putih.

Ia mengatakan bahwa pemerintahannya akan memulai proses untuk memindahkan kedutaan besar AS di Tel Aviv ke Jerusalem.

Relokasi tersebut diperkirakan akan membutuhkan waktu beberapa tahun. Para presiden pendahulunya menghindari langkah itu agar tidak menimbulkan ketegangan.

Status Jerusalem, yang merupakan tempat suci bagi para penganut Islam, Yahudi dan Kristen, merupakan salah satu masalah paling tajam yang harus dihadapi dalam upaya mewujudkan kesepakatan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Selama ini, masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel di seluruh Jerusalem dan meyakini bahwa status kota tersebut harus diselesaikan dengan jalan perundingan.

"Saya sudah menetapkan bahwa sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Donald John Trump.

"Walaupun presiden-presiden (Amerika Serikat, red) sebelumnya telah membuat janji saat kampanye, mereka tidak bisa melaksanakannya. Hari ini, saya melaksanakan (janji saya, red)."

Keputusan Donald John Trump itu membahayakan peranan historis Amerika Serikat sebagai penengah dalam konflik Israel-Palestina, juga menimbulkan kericuhan terhadap hubungan dengan sekutu-sekutu Arab, yang diandalkan Washington untuk membantunya melawan Iran dan memerangi kalangan milisi Islamis Sunni.

Israel menganggap Jerusalem sebagai ibu kotanya yang abadi dan tak terbagi serta menginginkan semua kedutaan asing ditempatkan di sana.

Pada saat yang sama, Palestina menginginkan Jerusalem menjadi ibu kota negara Palestina merdeka di masa depan.

Kota itu direbut Israel dalam perang pada 1967 dan kemudian diduduki Israel. Pencaplokan oleh Israel itu terus ditentang oleh dunia internasional. (reuters)

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.385.104 Since: 07.04.14 | 0.7175 sec