YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Internasional

Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem

Thursday, 07 December 2017 | View : 1467

siarjustisia.com-LONDON.

Perdana Menteri Inggris Theresa Mary May MP tidak setuju dengan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel karena tidak akan membantu upaya untuk menciptakan perdamaian di wilayah tersebut, kata juru bicaranya, Rabu (6/12/2017).

Jerusalem pada akhirnya harus dibagi antara Israel dan negara Palestina masa depan, kata juru bicara tersebut.

"Kami tidak setuju dengan keputusan Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaannya ke Jerusalem dan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum kesepakatan status terakhir," kata juru bicara tersebut. 

"Kami percaya ini tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini," ujarnya sebagaimana dilaporkan Reuters.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump membalikkan kebijakan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama beberapa dasawarsa pada Rabu (6/12/2017) dan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, terlepas dari peringatan dari seluruh dunia bahwa isyarat tersebut akan mendorong perselisihan antara Israel dan Palestina.

Presiden AS, Donald John Trump memicu kemarahan di Inggris pekan lalu setelah dia menegur keras Theresa Mary May di Twitter setelah Theresa Mary May mengkritiknya karena telah melakukan "re-tweet" video kelompok anti-Islam Inggris.

Juru bicara Theresa Mary May menyambut keinginan Donald John Trump untuk mengakhiri konflik dan pengakuannya bahwa status terakhir Jerusalem, termasuk batas-batas di dalam kota, harus tunduk pada negosiasi antara Israel dan Palestina.

"Kami mendorong Pemerintah Amerika Serikat sekarang mengajukan proposal rinci untuk penyelesaian Israel-Palestina," katanya.

Pernyataan terhadap pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel itu dikeluarkan Donald John Trump ketika ia menyampaikan pidato di Gedung Putih.

Ia mengatakan bahwa pemerintahannya akan memulai proses untuk memindahkan kedutaan besar AS di Tel Aviv ke Jerusalem.

Relokasi tersebut diperkirakan akan membutuhkan waktu beberapa tahun. Para presiden pendahulunya menghindari langkah itu agar tidak menimbulkan ketegangan.

Status Jerusalem, yang merupakan tempat suci bagi para penganut Islam, Yahudi dan Kristen, merupakan salah satu masalah paling tajam yang harus dihadapi dalam upaya mewujudkan kesepakatan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Selama ini, masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel di seluruh Jerusalem dan meyakini bahwa status kota tersebut harus diselesaikan dengan jalan perundingan.

"Saya sudah menetapkan bahwa sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Donald John Trump.

"Walaupun presiden-presiden (Amerika Serikat, red) sebelumnya telah membuat janji saat kampanye, mereka tidak bisa melaksanakannya. Hari ini, saya melaksanakan (janji saya, red)."

Keputusan Donald John Trump itu membahayakan peranan historis Amerika Serikat sebagai penengah dalam konflik Israel-Palestina, juga menimbulkan kericuhan terhadap hubungan dengan sekutu-sekutu Arab, yang diandalkan Washington untuk membantunya melawan Iran dan memerangi kalangan milisi Islamis Sunni.

Israel menganggap Jerusalem sebagai ibu kotanya yang abadi dan tak terbagi serta menginginkan semua kedutaan asing ditempatkan di sana.

Pada saat yang sama, Palestina menginginkan Jerusalem menjadi ibu kota negara Palestina merdeka di masa depan.

Kota itu direbut Israel dalam perang pada 1967 dan kemudian diduduki Israel. Pencaplokan oleh Israel itu terus ditentang oleh dunia internasional. (reuters)

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.062 Since: 07.04.14 | 0.617 sec