YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2018, 0

Internasional

Donald Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Thursday, 07 December 2017 | View : 60

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald John Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota suci itu, merupakan pemenuhan janji kampanye. Gedung Putih menyebut keputusan ini telah dipertimbangkan secara matang. 

Dituturkan Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dilansir CNN, Kamis (7/12/2017), keputusan Donald John Trump ini merupakan hasil dari 'sebuah proses lintas-lembaga yang dipikirkan sangat matang'. Namun orang-orang di dalam lingkup Gedung Putih menggambarkan keputusan ini didorong oleh kekhawatiran Donald John Trump terhadap politik dalam negeri AS.

Semasa kampanye pilpres 2016 lalu, Donald John Trump berjanji akan mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke kota yang menjadi sengketa Israel-Palestina itu. Bahkan saat itu Donald John Trump berjanji akan mewujudkannya pada hari pertama dia menjabat Presiden AS.

"Saat saya menjadi Presiden, hari-hari memperlakukan Israel seperti warga kelas dua akan berakhir pada hari pertama. Kita akan memindahkan Kedutaan Amerika ke ibu kota abadi warga Yahudi, Yerusalem," ucap Donald John Trump di hadapan Komisi Urusan Luar Negeri Amerika-Israel tahun lalu.

Donald John Trump berutang banyak pada kalangan pro-Israel, kelompok sayap kanan, termasuk kalangan evangelis Kristen di AS yang membantunya memenangkan pilpres 2016 lalu. Kebanyakan donatur dan pendukung Donald John Trump juga berasal dari kalangan konservatif AS. Saat Donald John Trump memutuskan menunda pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem pada Juni lalu, para pendukungnya dari golongan itu sangat kecewa. 

Menurut sumber pejabat Gedung Putih yang memahami isu ini, Donald John Trump sangat khawatir kehilangan basis politiknya di AS. Donald John Trump juga disebut selalu bersikeras agar dirinya selalu terlihat menepati janji-janji kampanyenya, terutama soal Israel. 

Sumber yang sama juga menyebut Donald John Trump melihat isu soal Yerusalem sebagai kunci dalam meredakan kekhawatiran di kalangan pendukung setianya, yang menduga Donald John Trump akan melunak soal janji-janji kampanyenya. 

Presiden-presiden AS terdahulu juga melontarkan janji untuk memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem semasa kampanye. Namun saat mereka menjabat, mereka memilih mengesampingkan janji kampanye itu karena alasan kekhawatiran kawasan, juga status Yerusalem yang masih diperebutkan oleh Israel dan Palestina.

Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem diatur oleh Undang-undang (UU) Kedutaan Yerusalem yang diloloskan Kongres AS tahun 1995 lalu. Namun para Presiden AS sebelumnya memilih menerbitkan 'surat pernyataan' atau waiver yang berlaku setiap 6 bulan, untuk menunda penerapan Undang-Undang itu. 

Presiden AS ke-45, Donald John Trump mendobrak tradisi itu dan mengubah kebijakan AS yang telah berlangsung puluhan tahun, dengan mengambil langkah kontroversial untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta memerintahkan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

"Sementara presiden-presiden sebelumnya telah menjadikan hal ini (pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem) sebagai janji kampanye besar, mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkannya," ucap Presiden AS Donald John Trump dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat. (cnn)

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.385.141 Since: 07.04.14 | 0.7577 sec