YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Internasional

Donald Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Thursday, 07 December 2017 | View : 18

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald John Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota suci itu, merupakan pemenuhan janji kampanye. Gedung Putih menyebut keputusan ini telah dipertimbangkan secara matang. 

Dituturkan Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dilansir CNN, Kamis (7/12/2017), keputusan Donald John Trump ini merupakan hasil dari 'sebuah proses lintas-lembaga yang dipikirkan sangat matang'. Namun orang-orang di dalam lingkup Gedung Putih menggambarkan keputusan ini didorong oleh kekhawatiran Donald John Trump terhadap politik dalam negeri AS.

Semasa kampanye pilpres 2016 lalu, Donald John Trump berjanji akan mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke kota yang menjadi sengketa Israel-Palestina itu. Bahkan saat itu Donald John Trump berjanji akan mewujudkannya pada hari pertama dia menjabat Presiden AS.

"Saat saya menjadi Presiden, hari-hari memperlakukan Israel seperti warga kelas dua akan berakhir pada hari pertama. Kita akan memindahkan Kedutaan Amerika ke ibu kota abadi warga Yahudi, Yerusalem," ucap Donald John Trump di hadapan Komisi Urusan Luar Negeri Amerika-Israel tahun lalu.

Donald John Trump berutang banyak pada kalangan pro-Israel, kelompok sayap kanan, termasuk kalangan evangelis Kristen di AS yang membantunya memenangkan pilpres 2016 lalu. Kebanyakan donatur dan pendukung Donald John Trump juga berasal dari kalangan konservatif AS. Saat Donald John Trump memutuskan menunda pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem pada Juni lalu, para pendukungnya dari golongan itu sangat kecewa. 

Menurut sumber pejabat Gedung Putih yang memahami isu ini, Donald John Trump sangat khawatir kehilangan basis politiknya di AS. Donald John Trump juga disebut selalu bersikeras agar dirinya selalu terlihat menepati janji-janji kampanyenya, terutama soal Israel. 

Sumber yang sama juga menyebut Donald John Trump melihat isu soal Yerusalem sebagai kunci dalam meredakan kekhawatiran di kalangan pendukung setianya, yang menduga Donald John Trump akan melunak soal janji-janji kampanyenya. 

Presiden-presiden AS terdahulu juga melontarkan janji untuk memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem semasa kampanye. Namun saat mereka menjabat, mereka memilih mengesampingkan janji kampanye itu karena alasan kekhawatiran kawasan, juga status Yerusalem yang masih diperebutkan oleh Israel dan Palestina.

Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem diatur oleh Undang-undang (UU) Kedutaan Yerusalem yang diloloskan Kongres AS tahun 1995 lalu. Namun para Presiden AS sebelumnya memilih menerbitkan 'surat pernyataan' atau waiver yang berlaku setiap 6 bulan, untuk menunda penerapan Undang-Undang itu. 

Presiden AS ke-45, Donald John Trump mendobrak tradisi itu dan mengubah kebijakan AS yang telah berlangsung puluhan tahun, dengan mengambil langkah kontroversial untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta memerintahkan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

"Sementara presiden-presiden sebelumnya telah menjadikan hal ini (pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem) sebagai janji kampanye besar, mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkannya," ucap Presiden AS Donald John Trump dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat. (cnn)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
Mahasiswa Australia Semakin Lama Selesaikan Studi
Agnez Mo Raih Penghargaan Di MAMA 2017 Vietnam
Tidak Ada Korban WNI Di Teror Masjid Sinai
Pola Teroris Bunuhi Jemaah Salat Jumat Di Sinai
Korban Bom Masjid Di Sinai Bertambah Jadi 305 Orang
Serangan Udara Mesir Tewaskan Teroris Penyerang Masjid Sinai
Perlintasan Perbatasan Mesir-Gaza Batal Dibuka
Penembakan Pada Hari Thanksgiving Di Houston
Mesir Buru Pelaku Teror Di Masjid Sinai
Milisi Serang Masjid Di Mesir
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.006.191 Since: 07.04.14 | 0.4073 sec