YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2018, 0

Internasional

Donald Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Thursday, 07 December 2017 | View : 196

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald John Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota suci itu, merupakan pemenuhan janji kampanye. Gedung Putih menyebut keputusan ini telah dipertimbangkan secara matang. 

Dituturkan Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dilansir CNN, Kamis (7/12/2017), keputusan Donald John Trump ini merupakan hasil dari 'sebuah proses lintas-lembaga yang dipikirkan sangat matang'. Namun orang-orang di dalam lingkup Gedung Putih menggambarkan keputusan ini didorong oleh kekhawatiran Donald John Trump terhadap politik dalam negeri AS.

Semasa kampanye pilpres 2016 lalu, Donald John Trump berjanji akan mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke kota yang menjadi sengketa Israel-Palestina itu. Bahkan saat itu Donald John Trump berjanji akan mewujudkannya pada hari pertama dia menjabat Presiden AS.

"Saat saya menjadi Presiden, hari-hari memperlakukan Israel seperti warga kelas dua akan berakhir pada hari pertama. Kita akan memindahkan Kedutaan Amerika ke ibu kota abadi warga Yahudi, Yerusalem," ucap Donald John Trump di hadapan Komisi Urusan Luar Negeri Amerika-Israel tahun lalu.

Donald John Trump berutang banyak pada kalangan pro-Israel, kelompok sayap kanan, termasuk kalangan evangelis Kristen di AS yang membantunya memenangkan pilpres 2016 lalu. Kebanyakan donatur dan pendukung Donald John Trump juga berasal dari kalangan konservatif AS. Saat Donald John Trump memutuskan menunda pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem pada Juni lalu, para pendukungnya dari golongan itu sangat kecewa. 

Menurut sumber pejabat Gedung Putih yang memahami isu ini, Donald John Trump sangat khawatir kehilangan basis politiknya di AS. Donald John Trump juga disebut selalu bersikeras agar dirinya selalu terlihat menepati janji-janji kampanyenya, terutama soal Israel. 

Sumber yang sama juga menyebut Donald John Trump melihat isu soal Yerusalem sebagai kunci dalam meredakan kekhawatiran di kalangan pendukung setianya, yang menduga Donald John Trump akan melunak soal janji-janji kampanyenya. 

Presiden-presiden AS terdahulu juga melontarkan janji untuk memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem semasa kampanye. Namun saat mereka menjabat, mereka memilih mengesampingkan janji kampanye itu karena alasan kekhawatiran kawasan, juga status Yerusalem yang masih diperebutkan oleh Israel dan Palestina.

Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem diatur oleh Undang-undang (UU) Kedutaan Yerusalem yang diloloskan Kongres AS tahun 1995 lalu. Namun para Presiden AS sebelumnya memilih menerbitkan 'surat pernyataan' atau waiver yang berlaku setiap 6 bulan, untuk menunda penerapan Undang-Undang itu. 

Presiden AS ke-45, Donald John Trump mendobrak tradisi itu dan mengubah kebijakan AS yang telah berlangsung puluhan tahun, dengan mengambil langkah kontroversial untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta memerintahkan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

"Sementara presiden-presiden sebelumnya telah menjadikan hal ini (pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem) sebagai janji kampanye besar, mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkannya," ucap Presiden AS Donald John Trump dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat. (cnn)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.305.815 Since: 07.04.14 | 0.5887 sec