YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2018, 0

Hukum

Polresta Surakarta Tetapkan Karyawan UOB Indonesia Tersangka Pembobolan Rp 21,6 Miliar

Friday, 08 December 2017 | View : 48

siarjustisia.com-SOLO.

Tim penyidik Kepolisian Resor Kota Surakarta telah menaikkan status tiga karyawan PT. Bank UOB (United Overseas Bank) Indonesia di Jalan Urip Soemoharjo, Jebres, Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dari saksi menjadi tersangka dalam tindak pidana khusus dugaan kejahatan perbankan dengan kerugian sekitar Rp 21,6 miliar.

Tiga tersangka tersebut yakni Natalia Go, Vincensius Hendri W, dan Meliawati selaku Penjabat Bank UOB Solo," kata Kasat Reskrim Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi, di MaPolresta Surakarta, Jl. Adi Sucipto No.2, Banjarsari, Manahan, Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kamis (7/12/2017).

Menurut Kompol Agus Puryadi, ketiga tersangka tersebut diduga memiliki peran dalam meloloskan pencairan dana uang tabungan milik nasabah atau korban Roestina Cahyo Dewi, seorang pengusaha garmen di Karanganyar.

Ketiga tersangka dalam penyidikan sudah sesuai dengan tindak pidana kejahatan perbankan Pasal 49 ayat (2) huruf b jo Pasal 29 Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dengan ancaman maksimal delapan tahun penjara.

"Kami menilai ketentuan dalam UU Perbankan telah terpenuhi, karena ketiga tersangka tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur," katanya.

Menurut dia, uang tabungan milik bersama atas nama korban Roestina Cahyo Dewi dan Waseso, seharusnya dapat diambil secara bersama. Namun, Waseso dalam pengambilan uang secara bertahap 18 kali dengan cara memalsukan tanda tangan dan tanpa konfirmasi Roestina Cahyo Dewi. 

Menurut dia, Waseso yang dapat mengambil uang tabungan dengan cara memalsukan tanda tangan korban telah menyalahi aturan perbankan, sehingga Roestina Cahyo Dewi mengalami kerugian mecapai Rp 21,6 miliar.

Berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut, terang dia, dijadikan dua BAP yakni pertama tersangka Vincensius Henry W. dan Meliawati telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surakarta, pada Rabu (5/12/2017).

Namun, BAP untuk tersangka Natalia Go masih dikembangkan oleh tim penyidik polres setempat, tetapi dalam waktu dekat segera dilimpahkan.

Menurut konsultan hukum korban Roestina Cahyo Dewi, Dimas Andi Wiryono, pihaknya mengapresiasi tim penyidik Polresta Surakarta yang bekerja secara profesional, karena BAP sudah dilimpahkan ke Kejari.

"Kami berharap berkas dapat diterima oleh kejaksaan, sehingga dapat dinyatakan lengkap atau P21," kata Dimas Andi Wiryono.

Dimas Andi Wiryono mengatakan, jika Waseso yang melakukan pemalsuan tanda tangan mencairkan dana sudah divonis oleh pengadilan bersalah dengan hukuman tiga tahun penjara, maka ketiga tersangka dari Bank UOB juga seharusnya ikut bersalah karena diduga melakukan kejahatan perbankan.

Namun, Dimas Andi Wiryono berharap bukan hanya tiga pegawai PT. Bank UOB Indonesia yang ditetapkan sebagai tersangka, karena mereka hanya menjalankan tugas sesuai arahan pimpinannya. (ant)

See Also

Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
KPK Rencanakan Panggil Kembali Dua Anak Setya Novanto
Berkas First Travel Dilimpahkan Ke Kejari Depok
Bareskrim Mabes Polri Bekuk Pembuat Dan Pengedar Uang Palsu
BNN Telusuri Keterlibatan Oknum Aparat Dalam Produksi PCC Di Sejumlah Daerah
BNN Sita 13 Juta Pil PCC Di Semarang
Operasi Pabrik PCC, BNN Endus Keterlibatan Oknum Aparat
KPK Terima Pengembalian Uang Suap APBD Jambi
KPK Geledah Kantor Gubernur Jambi Zumi Zola
Andi Narogong Berjanji Kembalikan Keuntungan Dari Korupsi E-KTP
Kejutan Pernyataan Andi Narogong Soal Proyek E-KTP
KPK Ajukan Kasasi Putusan Banding Terdakwa E-KTP Irman-Sugiharto
KPK Geledah Tiga Lokasi Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi 2018
KPK Akan Limpahkan Berkas Setya Novanto Pekan Depan
Polrestro Jakarta Selatan Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka
OTT Anggota DPRD Dan Pejabat Pemprov Jambi Terkait APBD 2018
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.201.255 Since: 07.04.14 | 2.9864 sec