YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jun 2018, 0

Nusantara

Presiden Joko Widodo Pimpin Apel Kebangsaan Bela Negara FKPPI Di Lapangan Silang Monas

Saturday, 09 December 2017 | View : 89

siarjustisia.com-JAKARTA.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" bertindak sebagai Inspektur Upacara Apel Kebangsaan Bela Negara. Kegiatan tersebut digelar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (9/12/2017) pagi tadi.

Presiden Joko Widodo mengaku bangga dapat menghadiri apel kebangsaan tersebut. Presiden menilai jajaran FKPPI merupakan pewaris pembela negara yang membuka jalan kemerdekaan serta mempertahankan NKRI. “Saya bangga berdiri di sini, di depan keluarga besar FKPPI yang sudah 39 tahun berkokoh menegakkan Pancasila dan memperkokoh NKRI. Namun, saya ingin tetap bertanya pada saudara semua, adakah merah putih di hatimu? Adakah NKRI di hatimu? Masihkah FKPPI di dadamu?,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidatonya.

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengingatkan, Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri atas berbagai suku bangsa, bahasa, dan budaya. Presiden mengungkapkan, dalam setiap kesempatan, dirinya selalu menekankan bahwa Indonesia negara besar dan majemuk. Kemajemukan tersebut pada akhirnya menimbulkan banyak perbedaan. Namun, hingga kini, Indonesia masih tetap berdiri kokoh di tengah segala perbedaan yang ada itu. Hal itu dapat terjadi karena Pancasila yang selalu dipegang teguh oleh rakyat Indonesia. Meski begitu, Indonesia tetap kokoh dan bersatu, karena mempunyai Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita kukuh bersatu padu karena kita punya Pancasila. Saya juga selalu menegaskan bahwa Pancasila adalah rumah kita bersama yang mempersatukan dan melandasi langkah-langkah kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," tegasnya.

Tegaknya Pancasila dan kukuhnya bangsa ini tentu tak lepas dari perjuangan para pahlawan dan tokoh-tokoh pendiri bangsa. Di belakangnya ada jajaran TNI, Polri, para pemimpin bangsa, dan segenap rakyat Indonesia yang terus melanjutkan perjuangan Indonesia.

"Sebagai pewaris darah juang, saya percaya bahwa FKPPI akan melanjutkan perjuangan para pendahulu kita," ucapnya.

Meski demikian, kukuhnya negara kita bukan berarti tidak ada ancaman. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kita dituntut untuk lebih waspada terhadap nilai-nilai asing yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Menurut Presiden, di tengah lalu lintas informasi yang sangat cepat, seluruh pihak harus senantiasa waspada. "Saya minta kepada FKPPI agar berada di garda terdepan untuk memberantas berita-berita bohong yang menyesatkan rakyat di masyarakat, memberantas ujaran kebencian yang merusak rakyat, memberantas kemiskinan, memperkecil ketimpangan dan menghadang ajaran lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengajak keluarga besar FKPPI untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia, memperkecil ketimpangan, dan merajut kerja sama antaranak bangsa dari seluruh Nusantara.

"Itulah alasannya mengapa saya memprioritaskan pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok Indonesia. Kita ingin memperbaiki jalur logistik, memperkuat perdagangan, terus mempersatukan Indonesia karena infrastruktur bisa mempersatukan, dan membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," papar mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi.

Kepada FKPPI, Presiden berharap agar dapat memperluas dan mengoptimalkan jaringannya di seluruh Indonesia agar dapat bergerak bersama dengan pemerintah membantu masyarakat miskin dan memajukan daerah-daerah terluar.

"Jaringan FKPPI di seluruh pelosok Indonesia harus dioptimalkan untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masyarakat, mempersiapkan masyarakat menghadapi kompetisi global yang semakin ketat, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Negara berpesan agar FKPPI selalu siap sedia dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memfokuskan tenaga dan pikiran untuk terus menjaga Pancasila. Presiden meminta anggota FKPPI diperkuat. Khususnya, memperkokoh implementasi nilai-nilai Pancasila. "Saya titip bahwa darah juang mengalir di tubuh FKPPI, di tubuh kita. Kita harus mengarahkan seluruh pikiran dan tenaga untuk selalu menegakkan NKRI, memperkokoh Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, dan menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, Jokowi.

Presiden Joko Widodo mengenakan seragam FKPPI dengan bertopi hitam. Seusai menyanyikan lagu Indonesia Raya, Presiden sempat mengecek barisan apel dengan menggunakan mobil Jeep.

Pada apel tersebut, Presiden Jokowi juga dinobatkan menjadi anggota kehormatan keluarga besar FKPPI. Pembacaan surat keputusan pengangkatan Jokowi sebagai inspektur dibacakan oleh Sekertaris Jenderal FKPPI Bahriyoen Sutjipto.

Presiden Jokowi dianggap berhasil menjaga nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi bangsa. “Joko Widodo selaku Presiden selama ini telah menunjukkan ketegasan penilaian luhur Pancasila sebagai ideologi bangsa, dengan pembentukan UK-PPIP. Jokowi adalah perorangan, berjasa besar bagi kepentingan negara dan organisasi FKPPI, di mana telah menunjukkan peran perhatian perkembangan organisasi FKPPI,” ungkap Bariyoen Sutjipto.

Turut hadir sejumlah tokoh seperti mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief, Ph.D. serta Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. dan Dewan Penasihat Keluarga Besar FKPPI DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.

See Also

Danramil 11/Sayung Hadiri Gebyar Pasar Murah
Warga Brakas Dapat Kado Jamban Dari Koramil 04/Dempet
Dosen Dimotivasi Untuk Giat Penelitian Dan Pengabdian
Kodim 0716/Demak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110
Dandim 0716/Demak Berikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Kepedulian Para Babinsa Dengan Kebersihan Di Lingkungan Sekolah
Babinsa 12/Mranggen Dan Warga Berjibaku Bersihkan Pohon Timpa Rumah Warga
Babinsa Desa Jali Masih Sempat Luangkan Waktu Dan Tenaga Di Sela-sela Kesibukannya
Jadikan Generasi Penerus Bangsa Yang Berwawasan Nusantara
Babinsa 11/Sayung Bangun Jembatan Menuju Makam Jelang Puasa Ramadhan
Dandim 0716/Demak Hadiri Haul Akbar Demak Ke-20
Jurnal Di Semua Prodi Ditargetkan Terakreditasi
Penandatanganan Kerja Sama UMKSTTR
Koramil 09/Karang Tengah Tanamkan Jiwa Cinta Tanah Air Lewat Kirab
Serah Terima Jabatan Danramil Dan Perwira Kodim 0716/Demak
Persit Kodim 0716/Demak Selenggarakan Ceramah Narkoba Dan Parenting PAUD
SEMAI Kaji Linguistik Forensik
Prodi PBI UMK Raih Akreditasi A BAN-PT
Dandim 0716/Demak Bersama Seluruh Jajaran Melaksanakan Peringatan Isra Mi Raj 1439/2018 M
Rapat Koordinasi Digelar Guna Kelancaran Pelaksanaan Garjas Periodik
Presiden Joko Widodo Terima Driver Ojek Online Di Istana
Babinsa 06/Wedung Dampingi Pembagian Kartu Penerima PKH
Patroli Bersama Babinsa Dan Babinkamtibmas Wonosalam Ciptakan Kondusifitas Wilayah
Peran Babinsa Dalam Menyambut Asa Menerangi Penglihatan Para Penderita Katarak
Apartemen Wesling Kedoya Terbakar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.151.191 Since: 07.04.14 | 0.6421 sec