YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2018, 0

Olahraga

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Ciptakan Sejarah Di Dubai

Tuesday, 19 December 2017 | View : 27

siarjustisia.com-DUBAI.

Pasangan ganda putra kebanggaan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, meraih gelar turnamen bulu tangkis level Super Series ketujuhnya pada 2017 usai menjuarai turnamen penutup musim di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (17/12/2017).

Dalam turnamen BWF World Super Series Finals 2017 di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab itu, pasangan Indonesia ini  mengkandaskan impian pasangan China, Liu Cheng/Zhang Nan 21-16, 21-18.

Laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Minggu, mencatat dengan hasil ini, secara keseluruhan sepanjang 2017, pasangan ini telah menjuarai All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, Hongkong Terbuka, dan BWF Superseries Finals 2017 Dubai.

Mereka mencatat sejarah baru dengan meraih tujuh gelar Super Series dalam satu tahun kalender kompetisi, melebihi rekor ganda Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, yang mengantongi enam gelar superseries dalam satu tahun kalender kompetisi.

"Kemenangan kali ini benar-benar terasa spesial, sangat luar biasa buat kami bisa dapat `hattrick` kedua kalinya tahun ini, Kami bisa dapat gelar ketujuh selama setahun. Saya tidak pernah menduga bisa dapat tujuh gelar super series dalam setahun, ini baru pertama kali, tidak menyangka, ini benar-benar mukjizat," kata Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam keterangan PP PBSI.

Kemenangan ini sendiri, sekaligus membalas kekalahan menyakitkan yang dialami Marcus/Kevin atas Liu/Zheng pada final turnamen Super Series Premier Denmark Terbuka 2017 ketika saat itu  Marcus mengalami cedera bahu.

"Kuncinya, kami sudah belajar dari pertemuan terakhir, walaupun saat itu kami kalah karena bahu saya sakit, tetapi namanya kalah ya kalah. Jadi sekarang bagaimana caranya kami harus menang dari mereka," kata Marcus Fernaldi Gideon.

Saat laga final itu, Kevin Sanjaya Sukamuljo tengah menahan sakit akibat terjatuh di pojok lapangan pada awal gim pertama. Akibatnya bahu dan lututnya berdarah dan harus dibalut plester usai penyerahan medali.

Namun semangat juang kedua pemain ini begitu luar biasa sehingga Liu/Zhang tak dapat berbuat banyak di lapangan.

"Terima kasih kepada semua masyarakat Indonesia yang suka badminton. Jangan bosan-bosan ya dukung kami," ujar Marcus Fernaldi Gideon.

Sebelumnya, pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo memastikan Indonesia memiliki dua wakil di semifinal turnamen bulu tangkis World Super Series Finals 2017 Dubai setelah pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memastikan langkahnya terlebih dahulu.

Berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tagkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Jumat (15/12/2017), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo memastikan hal tersebut setelah dalam laga terakhir di penyisihan Grup A. Mereka mengantongi kemenangan kedua di fase ini dengan menaklukkan Li Junhui/Liu Yuchen (China) 19-21, 21-16, 21-18.

Kekalahan Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding (Denmark) atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) juga memudahkan langkah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menuju tempat di semifinal karena secara perhitungan selisih poin, Kevin/Marcus lebih unggul dari pesaing-pesaingnya di Grup A.

"Di laga tadi, kami bermain nothing to lose, karena kami sudah tahu tetap ada peluang ke semifinal. Jadi, kami mencoba untuk menikmati pertandingan saja," kata Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam pernyataan resmi PP PBSI.

Meskipun menjadi favorit di turnamen ini, langkah Marcus/Kevin ke semifinal tidaklah mulus. Keduanya sempat kalah dua gim langsung atas Kamura/Sonoda dengan skor 17-21, 17-21.

Penampilan mereka memang dipengaruhi oleh kondisi Marcus yang tidak 100 persen fit. Marcus sempat menerima perawatan karena otot lehernya tertarik ketika menjalani sesi latihan pada hari pertama di Dubai.

"Kondisi saya memang tidak 100 persen, tentu saja rasanya berbeda di lapangan. Dari tekanan pukulannya beda. Mau mematikan bola enggak seperti biasanya, `kan biasanya lebih cepat mematikan lawan, tetapi sekarang harus mengolah dahulu, lebih lama dan perlu usaha lebih. Tidak apa-apa, saya tetap akan usaha terus," ujar Marcus.

Marcus/Kevin dalam pertandingan itu tampil dengan jersey berwarna kuning yang menjadi ciri khas mereka. Keduanya sering memakai jersey kuning ini di laga penentuan seperti laga final yang sering mereka menangi.

Dua dari tiga laga yang mereka menangi di penyisihan ini pun secara kebetulan diraih saat mereka menggunakan jersey berwarna kuning.

Namun, mereka menyangkal ketika ditanya apakah jersey kuning ini merupakan jersey pembawa keberuntungan bagi pasangan ini.

"Ha-ha-ha, bukan kok. Memang kami sudah tidak punya jersey lagi, sudah habis, belum dicuci," ucap Marcus sambil tertawa.

Di putaran semifinal nantinya, Marcus/Kevin yang menjadi runner-up Grup A akan menghadapi juara Grup A atau juara Grup B, tergantung pada hasil undian yang akan berlangsung usai pertandingan terakhir hari ini. Kevin/Marcus bisa saja bertemu kembali dengan Kamura/Sonoda, atau dengan juara Grup B, Liu Cheng/Zhang Nan (China).

Sebelumnya, pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengakui lawannya di pertandingan kedua fase grup turnamen bulu tangkis Dubai Super Series Final 2017, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) sedang "in".

"Lawan hari ini tidak mudah `dimatikan?, mau diajak main seperti apa pun masuk terus. Kami sudah coba-coba ganti strategi, tetapi lawan memang lagi `in` banget," kata Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam pernyataan PP PBSI di Jakarta, Jumat (15/12/2017) dinihari.

Selain itu, pasangan tersebut juga mengaku permainan mereka mudah dibaca lawan dan banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga berpengaruh pada teknik permainan mereka.

"Mainnya mati-mati terus, servis kami pun sedang nggak enak. Apa yang kami pikiran, tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan," ujar Marcus.

Dalam pertandingan kedua fase grup yang digelar di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (14/12/2017) malam Waktu Indonesia Barat (WIB), Marcus/Kevin harus mengakui keunggulan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 17-21, 17-21.

Penampilan Kevin/Marcus memang tak seperti biasanya, mereka tercatat melakukan kesalahan-kesalahan sendiri dan tak dapat keluar dari tekanan bertubi-tubi dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda yang dalam pertandingan itu pertandingan mereka memang cukup solid dan tidak mudah untuk ditembus.

Asisten Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI yang mendampingi Marcus/Kevin bertanding, Aryono Miranat, juga mengakui bahwa pasangan tersebut tidak brada dalam permainan terbaik mereka.

"Memang Kevin/Marcus tampil under performed, mereka tidak bisa bangkit dan selalu dibawah tekanan. Mereka juga sulit menemukan irama permainan mereka. Sebetulnya permainan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda sama saja dengan sebelumnya, tetapi kali ini Kevin/Marcus tidak bisa mendapat poin dari servis yang selama ini menjadi modal mereka," papar Aryono Miranat.

Dengan hasil ini, Marcus/Kevin mau tak mau harus menang dua gim langsung atas Li Junhui/Liu Yuchen (China) jika ingin merebut tiket semifinal.

Saat ini posisi puncak klasemen grup A ditempati oleh Takeshi Kamura/Keigo Sonoda diikuti Marcus/Kevin, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding (Denmark) dan Li/Liu. Duo Mads dan Kevin/Marcus sama-sama tercatat mengamankan satu kemenangan.

"Yang pasti harus dari kaminya sendiri, kami harus bermain lebih baik lagi dari hari ini," tutur Kevin menambahkan.

Di pertandingan sebelumnya, pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengamankan partai perdana penyisihan turnamen bulu tangkis World Super Series Final Dubai 2017.

Berdasarkan data yang dikirimkan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di Jakarta, Rabu (13/12/2017), kemenangan pasangan terkuat Indonesia untuk itu diraih atas duet Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dalam pertandingan dua gim berdurasi 29 menit dengan skor 21-6, 21-16.

Marcus/Kevin tampil baik di laga pembuka ini, keduanya bermain taktis dan tak membiarkan duo Mads mengembangkan permainan yang akhirnya kian menambah keunggulan pasangan rangking satu dunia atas lawan mereka tersebut dengan kedudukan 4-2, dimana empat pertemuan terakhir berhasil dimenangkan Marcus/Kevin.

"Di gim kedua, kami merasa lawan lebih siap, tidak seperti di gim pertama dimana mereka banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun mereka juga lebih sulit dimatikan di gim tersebut," ujar Marcus dalam keterangannya.

Meski memetik kemenangan dua gim langsung, namun Kevin/Marcus merasa belum bermain di performa terbaik mereka.

"Dibilang tampil seratus persen sih belum ya. Tetapi hari ini permainan kami cukup baik. Biasanya kalau di awal-awal turnamen kan masih agak susah mencari ritmenya, kali ini bisa langsung nyetel dan siap di lapangan. Kondisi lapangan pun normal, angin, shuttlecock, semua oke," ujar Kevin.

Selepas ini, Marcus/Kevin harus melewati dua laga lagi di penyisihan grup A melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) dan Li Junhui/Liu Yuchen (China).

Sementara itu, Li Junhui/Liu Yuchen yang merupakan pasangan kedua yang dijagokan di grup A, harus menderita kekalahan dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dalam dua gim langsung, 17-21, 17-21. (bwf)

See Also

Jaga Kebugaran Tubuh Anggota Kodim 0716/Demak Laksanakan Senam Pagi
Koramil 05/Mijen Lakukan Aerobik Bersama
Anggota Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Yong Moo Do
Tokoh Taekwondo Indonesia Resmi Sandang Sabuk Tertinggi
Barcelona Hantam Real Madrid 3-0
Rusia Lawan Arab Saudi Awali Piala Dunia 2018
Hasil Undian Pembagian Grup Piala Dunia 2018
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
Marc Marquez Juarai MotoGP Australia
Lewis Hamilton Juara Grand Prix F1 Di AS
Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Australia
Daftar Negara Sudah Lolos Ke Piala Dunia 2018
Anggota Kodim 0716/Demak Tak Lupa Olahraga
Semangat Aerobik Serdadu Demak
Semangat Ibu Persit Senam Di MaKodim 0716/Demak
UMK Kirim Dua Atlet Di Pomnas 2017
Pebulu Tangkis Putri Klaten Rebut Juara Di Malang
Tim Taekwondo Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Asia
Tim Jujitsu Sumbang Medali Perunggu Dari Ajang AIMAG
Wakil Rektor III UMK Sebut Bidang Olahraga Banyak Sumbang Prestasi
Praveen Jordan/Debby Susanto Juara Korea Terbuka Super Series 2017
Indonesia Pastikan Empat Wakil Di Final Korea Terbuka
Atlet Tarung Derajat Putri UMK Akan Turun Di Pomnas
Meksiko Pastikan Lolos Ke Piala Dunia 2018
Daftar Perolehan Medali Akhir SEA Games 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.211.540 Since: 07.04.14 | 0.6709 sec