YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Hukum

Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma

Tuesday, 19 December 2017 | View : 381

siarjustisia.com-TULUNGAGUNG.

Siswa SMP Negeri 1 Boyolangu, Jl. Raya Boyolangu, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur (Jatim) ialah "BS" (13 tahun) yang menjadi korban pengeroyokan ala tontonan di TV gladiator oleh tiga siswa temannya di halaman kelasnya, mengaku trauma kembali masuk ke sekolah.

Kepada pamannya, Hindro Wiyono, Senin (18/12/2017), BS meminta agar diuruskan pindah ke sekolah lain yang membuat dirinya merasa aman dan nyaman melanjutkan pendidikan tanpa khawatir menjadi sasaran perundungan apalagi pengeroyokan teman-temannya.

"Anaknya masih trauma. Setiap ditanya soal kejadian yang dialami dia selalu gemetar. Katanya dia tidak mau kembali ke sekolahnya (SMPN 1 Boyolangu)," kata Hindro Wiyono.

Saat ini, BS masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit RSUD dr Iskak, Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedungwaru, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Di badan BS masih menempel beberapa alat pendeteksi denyut nadi, jantung dan selang infus.

Hindro Wiyono mengaku masih fokus untuk mengobatkan BS. Karena kondisi lukanya sangat parah, dan nyaris berakibat fatal. Tulang dahi BS retak hingga pangkal hidung, dan masuk ke arah otak.

Dikonfirmasi mengenai kekerasan di lingkungan sekolah itu, Kepala SMPN 1 Boyolangu Muji Wasono mengaku sudah mengupayakan penyelesaian dengan jalan damai atau kekeluargaan.

Ia mempertimbangkan bahwa antara korban dan pelaku sama-sama siswa yang masih di bawah umur.

"Kami sudah menjalin komunikasi dengan dua orang tua pelaku agar kasus ini diselesaikan dengan baik," ujarnya.

Tak hanya ikut bertanggung jawab atas tindakan "nakal" anak-anak mereka, orang tua kedua pelaku kepada Muji Wasono juga menyatakan siap menanggung biaya pengobatan BS yang diyakini cukup besar.

"Mereka siap, jika sewaktu-waktu dimintai biaya," katanya.

Kasus perkelahian yang membuat BS terluka membuat trauma sebagian siswa yang melihatnya.

Bekas darah BS masih terlihat berceceran dan hanya ditutup dengan pasir. Pihak sekolah belum membersihkan ceceran darah itu.

"Saya nangis tidak kuat melihat darah yang mengucur. Terus saya yang menutupi dengan pasir itu," ucap seorang siswa GA.

BS mengaku, selama ini kerap di-bully oleh para pelaku, Vt (14 tahun), Ek (14 tahun), dan Ctr (14 tahun).

Selain kerap diolok dengan sebutan cupu, BS mengaku kerap mendapat perlakuan fisik, seperti ditoyor kepalanya. Karena tidak tahan mengalami perundungan (di-bully), Sabtu (16/12/2017) BS menantang Ctr berkelahi.

Perkelahian yang menjadi awal mula pengeroyokan ini berlangsung singkat. Ctr yang tak terima kemudian memanggil dua temannya dan melakukan pengeroyokan atas BS hingga terjatuh ke lantai dan mengalami luka parah. (ant)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.124 Since: 07.04.14 | 0.5973 sec