YouTube Facebook Twitter RSS
24 Oct 2018, 0

Hukum

Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma

Tuesday, 19 December 2017 | View : 370

siarjustisia.com-TULUNGAGUNG.

Siswa SMP Negeri 1 Boyolangu, Jl. Raya Boyolangu, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur (Jatim) ialah "BS" (13 tahun) yang menjadi korban pengeroyokan ala tontonan di TV gladiator oleh tiga siswa temannya di halaman kelasnya, mengaku trauma kembali masuk ke sekolah.

Kepada pamannya, Hindro Wiyono, Senin (18/12/2017), BS meminta agar diuruskan pindah ke sekolah lain yang membuat dirinya merasa aman dan nyaman melanjutkan pendidikan tanpa khawatir menjadi sasaran perundungan apalagi pengeroyokan teman-temannya.

"Anaknya masih trauma. Setiap ditanya soal kejadian yang dialami dia selalu gemetar. Katanya dia tidak mau kembali ke sekolahnya (SMPN 1 Boyolangu)," kata Hindro Wiyono.

Saat ini, BS masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit RSUD dr Iskak, Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedungwaru, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Di badan BS masih menempel beberapa alat pendeteksi denyut nadi, jantung dan selang infus.

Hindro Wiyono mengaku masih fokus untuk mengobatkan BS. Karena kondisi lukanya sangat parah, dan nyaris berakibat fatal. Tulang dahi BS retak hingga pangkal hidung, dan masuk ke arah otak.

Dikonfirmasi mengenai kekerasan di lingkungan sekolah itu, Kepala SMPN 1 Boyolangu Muji Wasono mengaku sudah mengupayakan penyelesaian dengan jalan damai atau kekeluargaan.

Ia mempertimbangkan bahwa antara korban dan pelaku sama-sama siswa yang masih di bawah umur.

"Kami sudah menjalin komunikasi dengan dua orang tua pelaku agar kasus ini diselesaikan dengan baik," ujarnya.

Tak hanya ikut bertanggung jawab atas tindakan "nakal" anak-anak mereka, orang tua kedua pelaku kepada Muji Wasono juga menyatakan siap menanggung biaya pengobatan BS yang diyakini cukup besar.

"Mereka siap, jika sewaktu-waktu dimintai biaya," katanya.

Kasus perkelahian yang membuat BS terluka membuat trauma sebagian siswa yang melihatnya.

Bekas darah BS masih terlihat berceceran dan hanya ditutup dengan pasir. Pihak sekolah belum membersihkan ceceran darah itu.

"Saya nangis tidak kuat melihat darah yang mengucur. Terus saya yang menutupi dengan pasir itu," ucap seorang siswa GA.

BS mengaku, selama ini kerap di-bully oleh para pelaku, Vt (14 tahun), Ek (14 tahun), dan Ctr (14 tahun).

Selain kerap diolok dengan sebutan cupu, BS mengaku kerap mendapat perlakuan fisik, seperti ditoyor kepalanya. Karena tidak tahan mengalami perundungan (di-bully), Sabtu (16/12/2017) BS menantang Ctr berkelahi.

Perkelahian yang menjadi awal mula pengeroyokan ini berlangsung singkat. Ctr yang tak terima kemudian memanggil dua temannya dan melakukan pengeroyokan atas BS hingga terjatuh ke lantai dan mengalami luka parah. (ant)

See Also

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.814.944 Since: 07.04.14 | 0.6208 sec