YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2019, 0

Internasional

Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem

Tuesday, 19 December 2017 | View : 416

siarjustisia.com-ANKARA.

Turki menyesalkan hak veto yang digunakan Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/12/2017) untuk memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penarikan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. AS terisolasi lebih jauh setelah memblokir resolusi tersebut, meski ada 14 anggota lainnya yang menyetujui.

"Amerika Serikat yang ditinggalkan sendirian dalam pemungutan suara. Itu merupakan tanda nyata dari ilegalnya keputusan AS mengenai Yerusalem," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan itu, keputusan AS untuk resolusi tersebut sekali lagi telah menunjukkan Washington telah kehilangan objektivitas. Dewan Keamanan PBB juga tidak dapat menerima langkah yang tidak efektif tersebut.

Setelah veto AS pada resolusi PBB ini, juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan pembatalan keputusan Presiden AS Donald John Trump akan dituntut di Majelis Umum PBB. "Semua negara kecuali pemerintahan Trump bertindak serentak dalam pemungutan suara ini. Sekarang periode Majelis Umum PBB akan dimulai," kata Ibrahim Kalin.

Pada Senin (18/12/2017), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Inggris Theresa Mary May MP membahas pemblokiran resolusi itu dalam sebuah panggilan telepon. Mereka sepakat ketegangan baru yang dapat membahayakan proses perdamaian di wilayah tersebut harus dihindari.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengambil posisi terdepan dalam menentang langkah AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Turki telah menjadi tuan rumah bagi perwakilan dari 57 negara Muslim, termasuk sekutu AS, di Istanbul pekan lalu dalam pertemuan KTT Luar Biasa OKI yang membahas masalah Yerusalem.

Sebuah komunike yang dikeluarkan setelah KTT tersebut mengatakan, para partisipan menganggap Washington telah menarik diri dari perannya sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah (TimTeng). (reuters)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.114.763 Since: 07.04.14 | 0.5786 sec