YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Internasional

Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem

Tuesday, 19 December 2017 | View : 195

siarjustisia.com-ANKARA.

Turki menyesalkan hak veto yang digunakan Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/12/2017) untuk memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penarikan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. AS terisolasi lebih jauh setelah memblokir resolusi tersebut, meski ada 14 anggota lainnya yang menyetujui.

"Amerika Serikat yang ditinggalkan sendirian dalam pemungutan suara. Itu merupakan tanda nyata dari ilegalnya keputusan AS mengenai Yerusalem," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan itu, keputusan AS untuk resolusi tersebut sekali lagi telah menunjukkan Washington telah kehilangan objektivitas. Dewan Keamanan PBB juga tidak dapat menerima langkah yang tidak efektif tersebut.

Setelah veto AS pada resolusi PBB ini, juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan pembatalan keputusan Presiden AS Donald John Trump akan dituntut di Majelis Umum PBB. "Semua negara kecuali pemerintahan Trump bertindak serentak dalam pemungutan suara ini. Sekarang periode Majelis Umum PBB akan dimulai," kata Ibrahim Kalin.

Pada Senin (18/12/2017), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Inggris Theresa Mary May MP membahas pemblokiran resolusi itu dalam sebuah panggilan telepon. Mereka sepakat ketegangan baru yang dapat membahayakan proses perdamaian di wilayah tersebut harus dihindari.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengambil posisi terdepan dalam menentang langkah AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Turki telah menjadi tuan rumah bagi perwakilan dari 57 negara Muslim, termasuk sekutu AS, di Istanbul pekan lalu dalam pertemuan KTT Luar Biasa OKI yang membahas masalah Yerusalem.

Sebuah komunike yang dikeluarkan setelah KTT tersebut mengatakan, para partisipan menganggap Washington telah menarik diri dari perannya sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah (TimTeng). (reuters)

See Also

Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.797.474 Since: 07.04.14 | 0.6137 sec