YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2018, 0

Internasional

Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi

Thursday, 21 December 2017 | View : 22

siarjustisia.com-LONDON.

Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa Mary May MP. memaksa wakilnya, Damian Howard Green, untuk mengundurkan diri pada Rabu (20/12/2017). Penyelidikan internal menemukan Damian Howard Green telah mengakses konten pornografi yang ditemukan di komputer di kantornya.

Pengunduran diri salah satu rekan yang paling dipercaya oleh PM Inggris ini telah menjadi pukulan berat saat Theresa May tengah menyelesaikan perundingan Brexit yang berliku-liku. Politikus yang menikah dengan Alicia Collison pada tahun 1988 tersebut, Damian Howard Green selama ini telah membantu menenangkan partainya yang terpecah belah.

Politikus Partai Konservatif, Damian Howard Green yang telah memilih agar Inggris tetap berada di Uni Eropa, ditunjuk sebagai wakil Perdana Menteri enam bulan lalu. Ia membantu kepemimpinan May setelah May kehilangan suara mayoritas di parlemen pada pemilihan Juni lalu.

Namun masa depan Damian Howard Green (61 tahun) di pemerintahan terguncang setelah bulan lalu surat kabar Sunday Times melaporkan, polisi telah menemukan skandal pornografi di komputer kantornya di Gedung Parlemen pada 2008. Wakil PM Inggris itu, Damian Howard Green mengatakan laporan itu tidak benar.

PM Theresa Mary May MP. meminta sebuah penyelidikan, yang kemudian dilakukan oleh pejabat senior pemerintah. Hasil penyelidikan itu membantah pernyataan Green bahwa dia tidak mengetahui mengenai materi tak senonoh itu.

Penyelidikan internal menemukan, tindakannya sebagai menteri tak tepat dan profesional. Namun telah ditemukan dua pernyataan yang dibuat oleh Green pada 4 dan 11 November yang tidak akurat dan menyesatkan.

"Pernyataan ini merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik Menteri. Green telah mengakuinya," ujar laporan penyelidikan tersebut.

Keputusan yang dikeluarkan Downing Street menyatakan, Green telah melanggar peraturan yang mengatur perilaku menteri. "Saya menyesal telah diminta untuk mengundurkan diri dari pemerintahan, menyusul adanya pelanggaran Kode Etik Menteri, dan saya minta maaf," kata Damian Howard Green dalam sebuah surat kepada May.

Politikus kelahiran Barry, Vale of Glamorgan, Wales tersebut, Damian Howard Green menambahkan, dia tidak mengunduh atau melihat konten pornografi di komputer parlemennya. Dia mengatakan seharusnya dia memberikan pernyataan lebih jelas sebelum ceritanya menyebar.

Dia telah menjadi menteri ketiga May yang mengundurkan diri dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya Menteri Pertahanan May juga mengundurkan diri pada November lalu, dengan alasan perilaku masa lalunya berada di bawah standar yang dipersyaratkan.

Menteri Bidang Bantuan Internasional May juga mengundurkan diri sepekan kemudian setelah mengakui telah mengadakan pertemuan dengan pejabat Israel.

Setelah mengalami kekacauan pascapemilihan yang gagal, Theresa May meminta bantuan Damian Howard Green. Wakil PM yang lahir pada tanggal 17 Januari 1956 tersebut, Damian Howard Green diminta untuk menstabilkan jabatan Perdana Menteri dan menenangkan orang-orang di dalam Partai Konservatif yang menginginkan May untuk mengundurkan diri. (reuters/sunday times)

See Also

Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.211.480 Since: 07.04.14 | 0.7173 sec