YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jan 2019, 0

Hukum

Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri

Thursday, 21 December 2017 | View : 264

siarjustisia.com-JAKARTA.

Aksi penculikan bocah di ITC Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, terekam kamera CCTV. Percobaan penculikan bocah berusia 3 tahun di ITC Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan itu terjadi pada Senin (18/12/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa ini berawal ketika seorang ibu membawa dua orang anaknya, Rizgan (5) dan Emir (3).

Saat itu, ibu korban mendengar anaknya berteriak 'tidak mau, tidak mau'. Sang ibu melihat anaknya sudah digendong oleh pelaku. Korban gagal dibawa penculik setelah ibunya mengetahui aksi itu. Pelaku lalu melepaskan Emir dari gendongannya dan kabur meninggalkan lokasi.

"Iya betul, ada kejadian itu," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (Kabid Humas Polda Metro Jaya) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. kepada awak media, di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017).

Orang tua korban telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Setiabudi. Polisi telah mengantongi ciri-ciri pria yang mencoba menculik seorang bocah di ITC Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus itu dan polisi masih mengejar pelaku.

"Ciri-cirinya sudah diketahui, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan juga rekaman CCTV," beber mantan Kasubag Bin Ops Bag Reserse Eks Dit Serse Polda Sulsel pada tahun 2001, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. kepada awak media di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017). "Nanti dicek rekaman CCTV-nya," imbuh mantan WaKapolres Takalar Polda Sulsel pada tahun 2003, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Adapun, ciri-ciri pria itu yakni berbadan besar, bertato, kepala botak, memakai celana jeans, dan mengenakan kaus berwarna putih. Pada saat kejadian, pria itu membawa tas kertas.

"Tim dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Setiabudi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," jelas mantan Kapolsek Denpasar Barat Polresta Denpasar Polda Bali pada tahun 1998, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Percobaan penculikan itu terjadi pada Senin (19/12/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Bermula ketika seorang ibu membawa dua anaknya, Rizgan (5) dan Emir (3). "Emir itu hampir dibawa, tapi keburu ketahuan sama ibunya," tutur mantan Kapolres Nunukan Polda Kaltim pada tahun 2010, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

"Kemudian datang teman-teman anak korban sambil membawa chiki, dan selang beberapa saat ibu korban ke toilet untuk cuci tangan," lanjut mantan Ka Sub Dit Bin Ops Dit Pol Air Polda Kaltim pada tahun 2008, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Saat itu, ibu korban mendengar anaknya berteriak 'tidak mau...tidak mau'.

Mantan Kasat Serse Polres Buleleng Polda Bali pada tahun 1996, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. mengatakan ibu tersebut mendengar teriakan anaknya dan langsung mengejar pelaku. Seketika pelaku langsung melepaskan Emir dari gendongannya.

"Anaknya teriak-teriak 'tidak mau... tidak mau', lalu ibunya mendengar dan mengejar. Saat itu juga pelaku langsung melepaskan korban tanpa berkata apa-apa," urai mantan Kabid Humas Polda Jatim pada tahun 2015 tersebut, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Sang ibu melihat anaknya sudah digendong oleh pelaku.

"Kemudian dikejar sama ibunya, 'Pak, itu anak saya', lalu diberikan oleh pelaku anaknya itu tanpa ngomong apa-apa," papar mantan Kabag Binlat Ro Ops Polda Kaltim pada tahun 2009, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Pelaku lalu melepaskan Emir dari gendongannya dan kabur meninggalkan lokasi. 

AD menyerahkan diri langsung ke Polsek. Polisi mengatakan AD, pria yang diduga hendak menculik bocah Emir (3) di ITC Kuningan, menyerahkan diri kepada polisi, Rabu (20/12/2017) sore tadi. AD sempat diminta datang ke Polsek Setiabudi pada Selasa (19/12/2017) tapi tak jadi datang.

"Alasannya apa ya, kita tadi malam sudah kita cari. Sebelumnya kita sudah tahu nomornya, dia janji mau datang tapi hari itu nggak langsung, nggak kooperatif. Kita kasih tahu temannya. Akhirnya dia telepon balik," kata Kapolsek Setiabudi AKBP Irwa Zaini Adib, S.IK., M.H. saat dimintai konfirmasi di MaPolsek Metro Setiabudi, Jl. Taman Setia Budi I No.8, RT05/RW07, Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2017).

"Dia menyerahkan diri tadi sore," sambungnya.

Kepada polisi, AD tak mengakui perbuatannya yang diduga hendak menculik putra Upi (28) itu. AD beralasan ingin mengajak Emir membeli jajanan.

"Namanya orang menculik, pasti dia nggak mengakui. Cuma kan dengan alibi bahwa dia mau beliin jajan," terang Kapolsek Metro Setiabudi yang baru saja menggantikan AKBP Rachmat Sumekar, S.IK., M.Si.

AKBP Irwa Zaini Adib, S.IK., M.H. juga belum menjelaskan secara detail identitas AD. Dia hanya mengatakan proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan masih berlangsung.

"Masih proses ini. Di kantor proses," pungkas mantan Kapolsek Sirimau tersebut.

See Also

Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polres Metro Jakarta Selatan Gali Motif Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.240.762 Since: 07.04.14 | 0.6532 sec