YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Hukum

Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri

Thursday, 21 December 2017 | View : 162

siarjustisia.com-JAKARTA.

Aksi penculikan bocah di ITC Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, terekam kamera CCTV. Percobaan penculikan bocah berusia 3 tahun di ITC Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan itu terjadi pada Senin (18/12/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa ini berawal ketika seorang ibu membawa dua orang anaknya, Rizgan (5) dan Emir (3).

Saat itu, ibu korban mendengar anaknya berteriak 'tidak mau, tidak mau'. Sang ibu melihat anaknya sudah digendong oleh pelaku. Korban gagal dibawa penculik setelah ibunya mengetahui aksi itu. Pelaku lalu melepaskan Emir dari gendongannya dan kabur meninggalkan lokasi.

"Iya betul, ada kejadian itu," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (Kabid Humas Polda Metro Jaya) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. kepada awak media, di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017).

Orang tua korban telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Setiabudi. Polisi telah mengantongi ciri-ciri pria yang mencoba menculik seorang bocah di ITC Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus itu dan polisi masih mengejar pelaku.

"Ciri-cirinya sudah diketahui, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan juga rekaman CCTV," beber mantan Kasubag Bin Ops Bag Reserse Eks Dit Serse Polda Sulsel pada tahun 2001, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. kepada awak media di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017). "Nanti dicek rekaman CCTV-nya," imbuh mantan WaKapolres Takalar Polda Sulsel pada tahun 2003, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Adapun, ciri-ciri pria itu yakni berbadan besar, bertato, kepala botak, memakai celana jeans, dan mengenakan kaus berwarna putih. Pada saat kejadian, pria itu membawa tas kertas.

"Tim dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Setiabudi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," jelas mantan Kapolsek Denpasar Barat Polresta Denpasar Polda Bali pada tahun 1998, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Percobaan penculikan itu terjadi pada Senin (19/12/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Bermula ketika seorang ibu membawa dua anaknya, Rizgan (5) dan Emir (3). "Emir itu hampir dibawa, tapi keburu ketahuan sama ibunya," tutur mantan Kapolres Nunukan Polda Kaltim pada tahun 2010, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

"Kemudian datang teman-teman anak korban sambil membawa chiki, dan selang beberapa saat ibu korban ke toilet untuk cuci tangan," lanjut mantan Ka Sub Dit Bin Ops Dit Pol Air Polda Kaltim pada tahun 2008, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Saat itu, ibu korban mendengar anaknya berteriak 'tidak mau...tidak mau'.

Mantan Kasat Serse Polres Buleleng Polda Bali pada tahun 1996, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum. mengatakan ibu tersebut mendengar teriakan anaknya dan langsung mengejar pelaku. Seketika pelaku langsung melepaskan Emir dari gendongannya.

"Anaknya teriak-teriak 'tidak mau... tidak mau', lalu ibunya mendengar dan mengejar. Saat itu juga pelaku langsung melepaskan korban tanpa berkata apa-apa," urai mantan Kabid Humas Polda Jatim pada tahun 2015 tersebut, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Sang ibu melihat anaknya sudah digendong oleh pelaku.

"Kemudian dikejar sama ibunya, 'Pak, itu anak saya', lalu diberikan oleh pelaku anaknya itu tanpa ngomong apa-apa," papar mantan Kabag Binlat Ro Ops Polda Kaltim pada tahun 2009, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Hum.

Pelaku lalu melepaskan Emir dari gendongannya dan kabur meninggalkan lokasi. 

AD menyerahkan diri langsung ke Polsek. Polisi mengatakan AD, pria yang diduga hendak menculik bocah Emir (3) di ITC Kuningan, menyerahkan diri kepada polisi, Rabu (20/12/2017) sore tadi. AD sempat diminta datang ke Polsek Setiabudi pada Selasa (19/12/2017) tapi tak jadi datang.

"Alasannya apa ya, kita tadi malam sudah kita cari. Sebelumnya kita sudah tahu nomornya, dia janji mau datang tapi hari itu nggak langsung, nggak kooperatif. Kita kasih tahu temannya. Akhirnya dia telepon balik," kata Kapolsek Setiabudi AKBP Irwa Zaini Adib, S.IK., M.H. saat dimintai konfirmasi di MaPolsek Metro Setiabudi, Jl. Taman Setia Budi I No.8, RT05/RW07, Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2017).

"Dia menyerahkan diri tadi sore," sambungnya.

Kepada polisi, AD tak mengakui perbuatannya yang diduga hendak menculik putra Upi (28) itu. AD beralasan ingin mengajak Emir membeli jajanan.

"Namanya orang menculik, pasti dia nggak mengakui. Cuma kan dengan alibi bahwa dia mau beliin jajan," terang Kapolsek Metro Setiabudi yang baru saja menggantikan AKBP Rachmat Sumekar, S.IK., M.Si.

AKBP Irwa Zaini Adib, S.IK., M.H. juga belum menjelaskan secara detail identitas AD. Dia hanya mengatakan proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan masih berlangsung.

"Masih proses ini. Di kantor proses," pungkas mantan Kapolsek Sirimau tersebut.

See Also

Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
Kapolri Pastikan Kapolsek Selingkuhi Isteri Bawahan Dicopot
KPU Akan Gelar Pleno Bahas Putusan Bawaslu
PBB Tunggu Sikap KPU Untuk Banding Putusan Bawaslu
PBNU Desak Presiden Joko Widodo Beri Grasi Untuk KH Nur Aziz
Kapolri Takut Pidatonya Dipelintir Dan Diviralkan
Kapolri Sebut Isu Ulama Di Medsos Ada 3 Yang Benar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.797.367 Since: 07.04.14 | 0.7104 sec