YouTube Facebook Twitter RSS
20 Aug 2018, 0

Nusantara

Penjelasan Bandar Udara Internasional Soetta Perihal Viral Parkir 2 Jam Bayar Rp 213 Ribu

Thursday, 21 December 2017 | View : 322

siarjustisia.com-JAKARTA.

Jagat media sosial (medsos) tengah ramai menggunjingkan tarif parkir di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Provinsi Banten.

Salah satu topik yang ramai diperbincangkan ialah jika pengguna jasa Bandar Udara Internasional Soetta tidak dapat menunjukan tiket parkirnya, karena harus bersiap terkena denda yang mencekik.

Foto karcis parkir di Bandara Soekarno-Hatta sempat viral karena pengendara yang parkir selama 2 jam harus membayar Rp 213.000.

PT. Angkasa Pura II (Persero) lalu memberi penjelasan.

Foto yang viral itu memperlihatkan karcis tertanggal 18 Desember 2017. Pemilik mobil B 1469 BRH masuk pada pukul 13.30 dan keluar pada pukul 16.22. Total si pemilik mobil menghabiskan waktu 2 jam 53 menit di parkiran.

Total biaya parkir yang harus dibayar pemilik mobil sebanyak Rp 213.000. Ada rincian di bawahnya yaitu tarif parkir sebesar Rp 13.000 dan denda tiket sebanyak Rp 200.000.

"Kalau tiket parkir hilang itu dendanya Rp. 200.000 untuk pengemudi mobil dan Rp. 100.000 bagi pengendara sepeda motor," ujar Branch Communication Manager Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Dewandono Prasetyo Nugroho kepada awak media, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, hal itu juga sudah terpampang di balik tiket parkir yang diberikan kepada pengguna jasa Bandara. Karena itu ia mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati.

"Kalau hilang, pengguna jasa bandara bisa diantar untuk ke bagian IT pengelolaan parkir. Dilihat dari CCTV keberadaan tiketnya. Tapi kalau tidak ketemu juga, terpaksa memang harus dikenai sanksi," ucapnya.

Masalah ini juga sempat dialami pengguna jasa Bandara Soetta yang tidak bisa menunjukan karcis parkir. Ia bahkan sempat mengambil tiket tersebut di mesin yang sudah disediakan, namun tak kunjung keluar dan palang mesin terbuka.

Hanya saja ketika keluar dari Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soetta, sang pengendara tidak dapat menunjukan tiket parkirnya dan harus membayar total Rp. 213.000.  Rinciannnya tarif Rp. 13.000 dan denda Rp. 200.000.

Foto viral itu diikuti dengan narasi bahwa ketika si pemilik mobil hendak masuk lokasi parkir bandara, dia memencet tombol tiket hingga 4 kali. Namun, tiket tidak keluar. Saat itu, palang parkir terbuka. Dia lalu melewati palang karena berasumsi tinggal membayar parkir dengan e-toll dan tiketnya tidak ditanyakan lagi.

Namun, si pemilik mobil ternyata tetap ditanya soal tiket parkir dan dia berdebat dengan petugas. Pada akhirnya, dia membayar denda Rp 200.000 serta biaya parkir.

Insiden tersebut sempat menjadi viral di media sosial. "Jika karcis tidak kunjung ke luar, bisa tekan tombol bantuan atau tanya ke petugas yang ada di sekitar," terang Dewandono Prasetyo Nugroho.

PT. Angkasa Pura II (Persero) yang menaungi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta lalu memberi penjelasan. Seperti dikutip dari akun Twitter @contactap2, PT. AP II (Persero) memaparkan kekeliruan yang terjadi.

"Dengan adanya kekeliruan dalam pembayaran parkir terhadap pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bernomor polisi B 1469 BRH pada hari Senin tanggal 18 Desember Manajemen Bandara Soekarno-Hatta meminta maaf & bertanggung jawab atas adanya kerusakan mesin pencetak tiket parkir," demikian pernyataan dari PT. AP II (Persero).

PT. AP II (Persero) telah menelusuri CCTV saat mobil tersebut masuk dan keluar area parkir. Ternyata, karcis parkir tidak keluar karena tergulung di mesin.

"Dikarenakan tiket yang tercetak tergulung di dalam mesin, hal itu membuat penumpang tidak mendapatkan tiket, meski gate terbuka. Sehingga penumpang ketika akan keluar dikenai sanksi denda kehilangan tiket," jelasnya.

"Untuk menghindari hal serupa, kami akan melakukan perbaikan mesin yang rusak. Dalam hal ini kami juga bakal meninjau proses sarana dan prasarana serta besaran denda terkait sistem parkir di Bandara Soetta," paparnya. (det/tri/wk)

See Also

Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
Peduli Gempa Lombok, Siswa MA NU TBS Gelar Istighasah
TNI-Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Gempa Di Lombok
Gempa Susulan Kembali Terjadi Di Lombok
PT. PLN (Persero) Upayakan Listrik Menyala Di Kepulauan Gili Lombok
Dandim 0716/Demak Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa 03/Wonosalam Bersinergi Amankan Apitan
Terasa Kompak, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Mijen Ramaikan Lomba 17-An
Dialog Interaktif Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Menyambut HUT RI Ke-73
Babinsa 06/Wedung Rela Bagikan Air Bersih Dari Rumah Ke Rumah
Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship ASEAN Universities Network
Partai Hanura Ajukan Sengketa Pendaftaran Bacaleg Ke Bawaslu
Guna Matangkan Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Gelar Rakor
Jelang HUT RI Ke-73, Babinsa Latih Paskibraka
Acungan Tangan Mungil Rizki Ajukan Pertanyaan Bagaimana Cara Menjadi TNI Pak Babinsa?
Babinsa Kodim 0716/Demak Bersama Bhabinkamtibmas Turut Serta Pelatihan Ketrampilan
Untuk Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0716/Demak Latihan Senam Gemu Famire
UMK Didorong Buka Korean Corner
Al-Jalsah Ula Ma Had Aly TBS
Peran Aktif Babinsa 06/Wedung Terhadap Generasi Penerus
Dandim 0716/Demak Hadiri Pembukaan Manasik Haji II Dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Demak
30 Peserta Diklat Pim IV Dapat Materi Wasbang
Kunjungan Tim Wasev Sterad Bidang Komsos Ke Kodim 0716/Demak
Sosok Anak Pedagang Gorengan Yang Ingin Jadi Jenderal
Babinsa Koramil 09/Karangtengah Seleksi Calon Paskibra
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.449.360 Since: 07.04.14 | 0.615 sec