YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jun 2018, 0

Hukum

Putri Setya Novanto Diperiksa KPK Sebagai Saksi

Friday, 22 December 2017 | View : 84
siarjustisia.com-JAKARTA.
Putri kandung terdakwa dalam kasus perkara korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Drs. Setya Novanto, Ak., Dwina Michaella, memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Putri dari istri pertama Setya Novanto, Luciana Lily Herliyanti tersebut akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama (Dirut) PT. Quadra Solutions AnangSugiana Sudihardjo (ASS).
Dwina Michaella yang mengenakan baju hitam dibalut jaket jeans menolak berkomentar.
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Dwina Michaella akan dimintai keterangan soal kepemilikan saham di PT. Murakabi Sejahtera, salah satu konsorsium penggarap proyek e-KTP.
"Tentu kita masih akan terus mendalami bagaimana posisi kepemilikan dan saham dari Murakabi dan Mondialindo agar menjadi lebih clear, lebih lanjut sejauh mana pengetahuan saksi terkait dengan perusahaan-perusahaan itu," jelas Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2017).
Sejumlah anggota keluarga Setya Novanto disebut dalam persidangan perkara e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Mereka yang disebut ialah istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, S.H., serta kedua anak Setya Novanto, Reza Herwindo dan Dwina Michaella. Dalam persidangan, keluarga Setya Novanto disebut sebagai pemilik PT. Mondialindo Graha Perdana.
Dwina Michaella dan Reza Herwindo pernah dipanggil KPK namun tak hadir. Mereka beralasan surat yang dikirim Lembaga Antirasuah tak sesuai alamat. Surat dikirim ke kediaman Setya Novanto di kawasan Jalan Wijaya, sementara kedua anaknya menghuni rumah terpisah.
Anak terdakwa perkara korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto, Dwina Michaella bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dwina Michaela menolak berkomentar soal materi pemeriksaannya.
Berdasarkan pantauan awak media, Dwina Michaella keluar Gedung KPK sekitar pukul 18.15 WIB. Dia menerobos kerumunan wartawan dan masuk ke mobil Toyota Vellfire bernomor polisi B 2399 SKK.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Dwina Michaella diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korupsi proyek e-KTP Direktur Utama PT. Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.
Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo menjadi sebagai tersangka karena diduga kuat mengeruk keuntungan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.
Anang Sugiana Sudihardjo disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3.
Menurut Priharsa Nugraha, Dwina Michaella diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Komisaris PT. Murakabi Sejahtera. Penyidik ingin mendalami soal kepemilikan saham dari salah satu anggota konsorsium penggarap proyek e-KTP.
"Penyidik memeriksa saksi bernama Dwina Michaella dalam kapasitas sebagai mantan komisaris PT. Murakabi Sejahtera," kata Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kav. K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2017).
Keterlibatan PT. Murakabi Sejahtera dalam perkara korupsi e-KTP telah dibeberkan KPK dalam dakwaan Setya Novanto. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah menguraikan kepemilikan dan struktur organisasi dari PT. Murakabi Sejahtera dan PT. Mondialindo Graha Perdana. Dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut keluarga Setya Novanto pemilik saham dari PT. Murakabi Sejahtera dan PT Mondialindo Graha Perdana.
PT. Mondialindo Graha Perdana merupakan pemilik saham terbesar PT. Murakabi Sejahtera, salah satu peserta lelang proyek e-KTP. Dwina Michaella tercatat sebagai salah satu komisaris PT. Murakabi Sejahtera sedangkan Reza Herwindo tercatat sebagai petinggi PT. Mondialindo Graha Perdana.‎
PT. Murakabi Sejahtera merupakan salah satu konsorsium yang disiapkan Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong Cs untuk mengikuti tender proyek e-KTP tahun 2011. Perusahaan itu dijadikan pendamping Konsorsium Perum Percetakan Negara Republik Indonesia/PNRI, yang sudah dipastikan melaksanakan proyek e-KTP.
Perusahaan tersebut dikendalikan Setya Novanto lewat keponakannya Irvanto Hendra Pambudi alias Irvan, anaknya Reza Herwindo dan istrinya Deisti Astriani Tagor. Setya Novanto melalui Irvan membeli saham PT. Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan yang tak lain adalah adik kandung Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Sementara, Deisti Astriani Tagor, S.H. dan Reza Herwindo membeli saham PT. Mondialindo Graha Perdana yang merupakan holding PT. Murakabi Sejahtera. Deisti Astriani Tagor, S.H. memiliki 50 persen, sementara Reza Herwindo memegang 30 persen saham perusahaan itu.
Sedangkan Dwina Michaella menjabat sebagai Komisaris PT. Murakabi Sejahtera. Perusahaan tersebut diketahui berkantor di Menara Imperium lantai 27, Metropolitan Kuningan Superblok Kav. No.1, Jalan H.R. Rasuna Said, RT01/RW06, Kelurahan Setiabudi, Guntur, Kuningan, Jakarta Selatan, yang diketahui milik Setya Novanto.

See Also

Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
Kapolri Pastikan Kapolsek Selingkuhi Isteri Bawahan Dicopot
KPU Akan Gelar Pleno Bahas Putusan Bawaslu
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.157.326 Since: 07.04.14 | 0.6514 sec