YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Internasional

Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun

Sunday, 24 December 2017 | View : 1959

siarjustisia.com-TOKYO.

Puluhan ribu warga membanjiri Istana Kekaisaran Jepang hari ini untuk merayakan ulang tahun Kaisar Jepang ke-125, Akihito. Kaisar Jepang yang akan turun takhta pada April 2019 tersebut, hari ini genap berumur 84 tahun.

Menurut Badan Urusan Rumah Tangga Kekaisaran seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/12/2017), sekitar 45.900 orang memadati istana untuk melihat kemunculan sang Kaisar. Ini merupakan jumlah massa terbesar saat ulang tahun kaisar yang telah bertakhta selama tiga dekade itu.

Banyak warga yang datang melambai-lambaikan bendera Jepang ukuran kecil sembari meneriakkan "Banzai" atau "panjang umur".

Dari atas balkon istana, Kaisar Akihito muncul sembari melambaikan tangan kepada puluhan ribu rakyat Jepang. Dia ditemani oleh Permaisuri Michiko dan para anggota keluarga kerajaan lainnya.

Ini merupakan kemunculan publik pertama Kaisar Akihito di istana sejak pemerintah pada awal Desember lalu, mengumumkan tanggal turun takhtanya pada 30 April 2019 mendatang.

Tahun lalu, Kaisar ke-125 Jepang, Akihito, berencana untuk turun tahta. Hal tersebut ia kemukakan lantaran usianya yang telah menginjak 82 tahun. Kaisar yang menggantikan ayahnya Kaisar Hirohito yang meninggal dunia, Kaisar Akihito mengagetkan publik Jepang saat menyampaikan keinginan untuk turun takhta. Tahun lalu, Kaisar Akihito yang genap berumur 84 tahun pada 23 Desember 2017, telah menyampaikan niatnya untuk mengundurkan diri.

Berdasarkan informasi dari CNN, Kamis (14/7/2016), rencana Kaisar Akihito untuk turun tahta disampaikan pertama kali oleh kantor berita Jepang, NHK, yang mengutip informasi dari sumber di Imperial Household Agency. Akihito percaya usianya yang tak muda lagi telah menghambatnya dalam menjalankan tugas.

Disebutkan Kaisar Akihito tengah menyiapkan pernyataan untuk disampaikan ke publik.

Televisi nasional Jepang NHK melaporkan, Akihito berencana turun tahta dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini usai Akihito menjalani operasi jantung dan menjalani perawatan medis atas kanker prostat yang dideritanya. Turun tahta menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jepang.

Seorang kaisar disebut dalam Konstitusi Jepang sebagai simbol negara dan persatuan rakyat, dan tidak memiliki kekuatan politik. Akihito tidak secara terang-terangan mengutarakan niatnya untuk turun tahta, namun pernyataannya mengesankan demikian.

"Ketika saya mempertimbangkan level kebugaran saya yang berangsur menurun, saya khawatir akan menjadi sulit bagi saya untuk menjalankan tugas saya, sebagai simbol negara dengan seutuhnya, seperti yang saya lakukan hingga saat ini," ucap Akihito dalam pernyataannya.

Hanya saja NHK tak menyebut kapan pernyataan tersebut akan disampaikan.

Kaisar Jepang yang menjadi kaisar Jepang menggantikan kaisar sebelumnya yakni Hirohito pada tahun 1989 lalu, Akihito, memberikan pernyataan langka kepada publik melalui video. Pernyataan via video ini tergolong langka, karena sebelumnya baru sekali Akihito memberikan pernyataan via video yakni usai gempa bumi dan tsunami mematikan di Jepang pada Maret 2011 lalu. Kaisar Akihito yang kini berusia 82 tahun, membahas kekhawatiran soal usianya yang semakin membuatnya sulit menjalankan tugas.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi nasional di Jepang, seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2016), Kaisar Akihito menyebut ada batasan yang mengurangi tugas kekaisaran sebagai 'simbol negara', status yang diberikan kepada Kaisar Jepang di bawah konstitusi pascaperang Jepang.

Usia yang sudah sangat lanjut dan kesehatan yang terus menurun menjadi alasan utama yang disampaikan Kaisar Akihito. Kaisar Akihito menyatakan dirinya khawatir bahwa usia dan kondisi kesehatannya akan membuatnya sulit untuk melakukan tugas-tugasnya.

Kaisar tersebut pernah menjalani operasi jantung dan perawatan untuk kanker prostat. Kesehatan Akihito memang sempat menjadi berita utama di Jepang beberapa tahun terakhir. Tahun 2012, ia menjalani operasi bypass kanker arteri koroner dan berjalan lancar. Beberapa bulan setelahnya, ia dirawat di rumah sakit untuk penyakit demam dan bronkitis yang dideritanya.

Kaisar Akihito sendiri mengakui bahwa sejak 2010 mengalami masalah pendengaran. Serta pada 2008 sukses menjalani operasi kanker prostat.

Para pakar di Jepang menilai, Akihito meyakini bahwa penampilan prima seorang kaisar, tak terpisahkan dengan perannya sesuai konstitusi. Polling yang digelar di Jepang beberapa waktu terakhir, menunjukkan mayoritas warga Jepang bersimpati pada keinginan Akihito untuk pensiun, namun tentu akan membutuhkan perubahan aturan hukum.

Kejadian turun tahta Akihito akan menjadi pertama kalinya dalam 200 tahun terakhir di lingkungan Kekaisaran Jepang. "Ini turun takhta yang pertama oleh seorang kaisar dalam 200 tahun dan yang pertama di bawah konstitusi (pasca perang)," ujar PM Shinzo Abe kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (1/12/2017). "Saya merasakan emosi mendalam bahwa hari ini, pendapat Dewan Urusan Rumah Tangga Kekaisaran diputuskan dengan baik dan sebuah langkah besar diambil untuk menuju suksesi kekaisaran," imbuh PM Shinzo Abe.

Kaisar Jepang Akihito telah berkuasa selama hampir tiga dekade, akan turun takhta pada 30 April 2019 mendatang. Ini akan menjadi yang pertama kalinya seorang kaisar Jepang turun takhta dalam kurun waktu dua abad. Dia akan menjadi kaisar pertama di Jepang yang turun takhta dalam lebih dari dua abad ini.

Terakhir kali seorang kaisar Jepang turun takhta adalah pada tahun 1817. Undang-undang pasca Perang Dunia II tidak mengizinkan kaisar turun takhta, sehingga parlemen Jepang meloloskan UU pada Juni lalu yang mengizinkan Kaisar Akihito melepaskan takhtanya.

Kaisar Akihito bersama dengan Permaisuri Michiko, banyak melakukan upaya pemulihan akibat Perang Dunia II selama mereka memimpin. Kaisar Akihito sangat dihormati oleh warga Jepang pada umumnya.

Dewan Urusan Rumah Tangga Kekaisaran yang terdiri dari anggota parlemen, anggota kerajaan dan hakim-hakim Mahkamah Agung pada hari Jumat (1/12/2017) telah menyetujui waktu turun takhta tersebut. Dewan tersebut dikepalai oleh Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe.

Sejak April 2016 lalu, pihak kekaisaran telah mengumumkan bahwa Kaisar dan istrinya, Michiko (81 tahun), akan mengurangi intensitas penampilan di publik karena faktor usia.

Kaisar Akihito sudah tidak lagi menjalankan tugas resmi dan digantikan sementara oleh putranya, Pangeran Mahkota Naruhito yang waktu itu berusia 56 tahun. Akihito menyebut, ada batasan bagi dirinya dan mengaku ragu apakah akan pantas untuk menggunakan sistem masa kini demi mengizinkan Naruhito mengambil alih tugas, jika ayahnya tidak lagi mampu bertugas.

"Bahkan dalam kasus semacam itu, bagaimanapun juga, tidak akan mengubah fakta bahwa kaisar akan terus menjadi kaisar hingga akhir hidupnya, meskipun dia tidak mampu secara penuh menjalankan tugas sebagai kaisar," cetus Akihitio dalam pernyataannya.

Kaisar Akihito yang merupakan putra pertama dan anak kelima Kaisar Showa dan Maharani Kojun ini akan digantikan oleh putranya, Putra Mahkota Naruhito (57 tahun). Putra Mahkota Naruhito (57 tahun) dan istrinya yang akan mengambil alih tugas tersebut. Putra sulung Kaisar Akihito, Putra Mahkota Naruhito (57 tahun) selanjutnya akan naik takhta menggantikan sang ayah yang bertakhta sejak tahun 1989.

Putra Kaisar Akihito, Putra Mahkota Naruhito, hanya memiliki satu anak perempuan. Dengan aturan hanya laki-laki yang bisa mewarisi tahta, maka tahta dari Putra Mahkota Naruhito nantinya akan dilanjutkan oleh saudara laki-lakinya, Pangeran Akishino. (cnn/nhk/reuters/afp)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.431.060 Since: 07.04.14 | 0.6686 sec