YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2018, 0

Internasional

Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan

Thursday, 28 December 2017 | View : 15

siarjustisia.com-KABUL.

Serangan bunuh diri di kantor berita "Afghan Voice" dan pusat kebudayaan Syiah, yang bersebelahan, di Ibu Kota Kabul menewaskan puluhan orang, Kamis (28/12/2017), kata pejabat dan saksi, banyak korban adalah mahasiswa peserta pertemuan.

Juru bicara Wakil Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi mengatakan, setidak-tidaknya 40 orang tewas dan 30 lagi terluka dalam ledakan terkini dalam rangkaian serangan terhadap lembaga media di Kabul.

Serangan tersebut terjadi saat diskusi panel pagi pada ulang tahun ke-38 serbuan Uni Soviet ke Afghanistan, yang didominasi kaum Sunni, di Pusat Sosial dan Budaya Tabian, dengan banyak mahasiswa hadir, kata saksi.

Sayed Abbas Hussaini, wartawan di kantor berita tersebut, mengatakan bahwa tampaknya terjadi lebih dari satu ledakan selama serangan tersebut, menyusul ledakan awal di pintu masuk perumahan dua kantor tersebut. Dia mengatakan bahwa seorang wartawan kantor berita tersebut tewas dan dua lagi terluka.

Foto kiriman saksi menunjukkan kerusakan tampak parah di tempat tersebut, di daerah Muslim Syiah di sebelah Barat Ibu Kota, dan sejumlah orang tewas serta terluka di lapangan.

Wakil Menteri Kesehatan Feda Mohammad Paikan mengatakan, 35 mayat dibawa ke Rumah Sakit Istiqlal terdekat. Gambar televisi menunjukkan banyak korban menderita luka serius.

Juru bicara Presiden Ashraf Ghani mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebut serangan itu merupakan kejahatan yang "tidak dapat diampuni" terhadap kemanusiaan dan berjanji untuk menghancurkan kelompok teroris.

"Afghan Voice" memiliki keterkaitan dengan Syiah, namun tidak ada klaim pertanggungjawaban secara langsung. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengeluarkan pernyataan di Twitter yang menolak keterlibatannya.

Serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan untuk menyerang kelompok media Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir, menyusul sebuah penyerangan terhadap sebuah stasiun televisi swasta di Kabul bulan lalu.

Dengan didukung serangan udara terkuat AS sejak tingginya misi tempur internasional di Afghanistan, pasukan Afghanistan telah memaksa Taliban kembali ke banyak daerah dan mencegah setiap pusat kota besar jatuh ke tangan pemberontak.

Namun, serangan-serangan tingkat tinggi di kota-kota besar terus berlanjut saat militan telah mencari cara lain untuk memberi dampak dan mengurangi kepercayaan pada keamanan negara.

Kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), yang menentang baik pihak Taliban maupun pemerintah yang didukung Barat, telah mengklaim wilayah yang terus bertambah dari serangan tersebut.

"Serangan mengerikan ini menggarisbawahi bahaya yang dihadapi warga sipil Afghanistan," kata kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Amnesti Internasional dalam sebuah pernyataan dari Direktur Asia Selatan, Biraj Patnaik, "Dalam salah satu tahun paling mematikan yang tercatat, wartawan dan warga sipil lainnya terus-menerus menjadi sasaran kelompok bersenjata."

Menurut laporan kelompok kebebasan media "Reporters without Borders" pada bulan ini, Afghanistan adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia untuk pekerja media dengan dua wartawan serta lima pekerja media tewas dalam pekerjaan mereka pada 2017, sebelum serangan pada Kamis (28/12/2017) tersebut. Demikian laporan Reuters. (reuters)

See Also

Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.211.518 Since: 07.04.14 | 0.6848 sec