YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Internasional

Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir

Monday, 25 December 2017 | View : 118

siarjustisia.com-TEL AVIV.

Sebagai negara yang dikenal memiliki banyak musuh terutama dengan negara-negara Arab, Israel pun terus memperkuat militerya terutama angkatan udaranya, Israel Air Force (IAF).

Selama bertempur baik dengan negara-negara Arab maupun melawan para kelompok pejuang kemerdekaan Palestina keunggulan Israel memang terletak pada superioritas kekuatan udaranya.

Oleh karena itu, setiap ada produk baru jet-jet tempur, khususnya produksi AS seperti F-35 Lightning II, pesawat tempur supersonik yang merupakan hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter diproduksi oleh industri kedirgantaraan dengan dipimpin oleh Lockheed Martin Aeronautics serta dua rekan utamanya BAE Systems dan Northrop Grumman, Israel akan membelinya dalam jumlah besar.

Israel sendiri telah memesan sebanyak 100 unit F-35 yang merupakan jet tempur berteknologi siluman (stealth) dan bisa dioperasikan di segala cuaca itu.

Selain F-35, Israel juga membeli jet tempur F-15 sebanyak 24 unit untuk memenuhi kekuatan satu skadron, membeli puluhan heli angkut jenis CH-53 dan CH-47 Chinook.

Khusus untuk F-15, AU Israel memang sudah lama ingin mengganti jajaran F-15 versi lama dengan varian baru terutama F-15 Adir yang telah di-upgrade.

Salah satu keunggulan F-15 Adir ini adalah pada pemasangan sistem radar canggih pencari sasaran, Advanced Active Electronically Scanned Array (AESA).

Kelebihan radar AESA terbaru adalah kemampuan mendeteksi sasaran pada jarak yang lebih jauh di atas 100 km.

Pasalnya pada jarak itu, F-15 Adir kemudian bisa merontokkan pesawat tempur lawan menggunakan rudal udara ke udara.

F-15 dikenal sebagai jet tempur yang sangat mematikan karena bisa mendeteksi sekitar 10 pesawat lawan sekaligus, mengucinya dengan radar pencari sasaran, lalu meluncurkan rudal sebanyak 10 rudal sekaligus untuk menghancurkannya.

Jadi satu F-15 tidak perlu kerepotan menghadapi puluhan pesawat lawan dalam duel udara (dogfight) mengingat kemampuannya menghancurkan puluhan jet tempur lawan berkat radar AESA canggihnya.

Kendati F-15 yang di-upgrade tidak memiliki teknologi stealth, tapi mampu membawa lebih banyak persenjataan, memiliki daya gempur yang lebih mematikan, dioperasikan oleh dua awak, dan bisa melaksanakan misi tempur lebih komplek.

Selain itu dengan dua mesin yang dimiliki, jika salah satu mesinnya mati, terbang tempur menggunakan satu mesin sama sekali tidak masalah bagi F-15 upgrade.

Harga satu unit F-15 baru yang sudah di-upgrade sekitar 100 juta dollar AS.

Dari sisi teknologi dan kemampuan tempur, F-15 varian upgrade ini lebih maju dibandingkan F-15 SA yang sudah dipesan oleh Arab Saudi dan Qatar.

Israel sebenarnya mengecam AS karena bersedia menjual sebanyak 72 unit F-15 SA kepada Qatar.

Tapi setelah AS beralasan bahwa Qatar perlu F-15 SA untuk menghadapi ancaman dari Iran, Israel pilih diam.

Namun langkah Israel untuk segera memiliki F-15 varian terbaru yang sudah di-upgrade jelas menunjukkan bahwa kekuatan AU Israel tetap harus terunggul di kawasan udara Timur-Tengah.

Apalagi pembelian F-15 upgrade oleh Israel tidak menggunakan dana sendiri.

Melainkan dana bantuan dari AS yang nilainya mencapai 3 milliar dollar AS lebih. (tri)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.173.116 Since: 07.04.14 | 0.6183 sec