YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2018, 0

Internasional

Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir

Monday, 25 December 2017 | View : 13

siarjustisia.com-TEL AVIV.

Sebagai negara yang dikenal memiliki banyak musuh terutama dengan negara-negara Arab, Israel pun terus memperkuat militerya terutama angkatan udaranya, Israel Air Force (IAF).

Selama bertempur baik dengan negara-negara Arab maupun melawan para kelompok pejuang kemerdekaan Palestina keunggulan Israel memang terletak pada superioritas kekuatan udaranya.

Oleh karena itu, setiap ada produk baru jet-jet tempur, khususnya produksi AS seperti F-35 Lightning II, pesawat tempur supersonik yang merupakan hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter diproduksi oleh industri kedirgantaraan dengan dipimpin oleh Lockheed Martin Aeronautics serta dua rekan utamanya BAE Systems dan Northrop Grumman, Israel akan membelinya dalam jumlah besar.

Israel sendiri telah memesan sebanyak 100 unit F-35 yang merupakan jet tempur berteknologi siluman (stealth) dan bisa dioperasikan di segala cuaca itu.

Selain F-35, Israel juga membeli jet tempur F-15 sebanyak 24 unit untuk memenuhi kekuatan satu skadron, membeli puluhan heli angkut jenis CH-53 dan CH-47 Chinook.

Khusus untuk F-15, AU Israel memang sudah lama ingin mengganti jajaran F-15 versi lama dengan varian baru terutama F-15 Adir yang telah di-upgrade.

Salah satu keunggulan F-15 Adir ini adalah pada pemasangan sistem radar canggih pencari sasaran, Advanced Active Electronically Scanned Array (AESA).

Kelebihan radar AESA terbaru adalah kemampuan mendeteksi sasaran pada jarak yang lebih jauh di atas 100 km.

Pasalnya pada jarak itu, F-15 Adir kemudian bisa merontokkan pesawat tempur lawan menggunakan rudal udara ke udara.

F-15 dikenal sebagai jet tempur yang sangat mematikan karena bisa mendeteksi sekitar 10 pesawat lawan sekaligus, mengucinya dengan radar pencari sasaran, lalu meluncurkan rudal sebanyak 10 rudal sekaligus untuk menghancurkannya.

Jadi satu F-15 tidak perlu kerepotan menghadapi puluhan pesawat lawan dalam duel udara (dogfight) mengingat kemampuannya menghancurkan puluhan jet tempur lawan berkat radar AESA canggihnya.

Kendati F-15 yang di-upgrade tidak memiliki teknologi stealth, tapi mampu membawa lebih banyak persenjataan, memiliki daya gempur yang lebih mematikan, dioperasikan oleh dua awak, dan bisa melaksanakan misi tempur lebih komplek.

Selain itu dengan dua mesin yang dimiliki, jika salah satu mesinnya mati, terbang tempur menggunakan satu mesin sama sekali tidak masalah bagi F-15 upgrade.

Harga satu unit F-15 baru yang sudah di-upgrade sekitar 100 juta dollar AS.

Dari sisi teknologi dan kemampuan tempur, F-15 varian upgrade ini lebih maju dibandingkan F-15 SA yang sudah dipesan oleh Arab Saudi dan Qatar.

Israel sebenarnya mengecam AS karena bersedia menjual sebanyak 72 unit F-15 SA kepada Qatar.

Tapi setelah AS beralasan bahwa Qatar perlu F-15 SA untuk menghadapi ancaman dari Iran, Israel pilih diam.

Namun langkah Israel untuk segera memiliki F-15 varian terbaru yang sudah di-upgrade jelas menunjukkan bahwa kekuatan AU Israel tetap harus terunggul di kawasan udara Timur-Tengah.

Apalagi pembelian F-15 upgrade oleh Israel tidak menggunakan dana sendiri.

Melainkan dana bantuan dari AS yang nilainya mencapai 3 milliar dollar AS lebih. (tri)

See Also

Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.211.520 Since: 07.04.14 | 0.7369 sec