YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2018, 0

Internasional

Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump

Friday, 29 December 2017 | View : 17

siarjustisia.com-YERUSALEM.

Israel akan menamai stasiun kereta api baru dekat Western Wall, yang juga dikenal sebagai Tembok Ratapan, di Yerusalem Timur yang dicaplok, dengan nama Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald John Trump menurut menteri transportasi negara itu.

Presiden AS ke-45 tersebut, Donald John Trump dipuji oleh negara Yahudi itu setelah mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Israel, tindakan mengubah kebijakan puluhan tahun Amerika Serikat yang melanggar hukum internasional dan memicu kecaman internasional.

Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz menyetujui sebuah rencana untuk memperpanjang jalur rel kereta api  berkecepatan tinggi yang sedang dibangun antara Tel Aviv dan Yerusalem ke daerah Yahudi, Jewish Quarter, di Kota Tua Yerusalem dan membangun sebuah stasiun di sebelah Western Wall menurut pernyataan kementerian yang dikutip AFP.

Stasiun di dekat dengan situs paling suci tempat orang Yahudi diijinkan  beribadah itu akan dinamai "Donald John Trump" atas perintah menteri tersebut sebagai penghormatan atas  "keputusan bersejarah dan berani" tentang Yerusalem.

Jalur kereta api baru yang mencakup stasiun yang akan dinamai Donald John Trump itu akan mulai menghubungkan Tel Aviv dan Jerusalem tahun 2018, memangkas waktu tempuh menjadi kurang dari 30 menit.

Keputusan kontroversial Donald John Trump soal Yerusalem telah memicu unjuk rasa warga Palestina dan ditolak dalam resolusi Majelis Umum PBB yang tidak mengikat.

Israel merebut bagian Timur Yerusalem termasuk Western Wall dalam Perang Enam Hari 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Western Wall, sisa terakhir kuil kedua Yahudi, berada di kaki kompleks Haram al-Sharif yang mencakup Masjid Al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu, tempat paling suci ketiga bagi umat Islam.

Israel menganggap seluruh kota Yerusalem sebagai Ibu Kota mereka yang tak terbagi, dan warga Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota negara masa depan mereka. (afp)

See Also

Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.211.523 Since: 07.04.14 | 0.7146 sec