YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Internasional

Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump

Friday, 29 December 2017 | View : 152

siarjustisia.com-YERUSALEM.

Israel akan menamai stasiun kereta api baru dekat Western Wall, yang juga dikenal sebagai Tembok Ratapan, di Yerusalem Timur yang dicaplok, dengan nama Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald John Trump menurut menteri transportasi negara itu.

Presiden AS ke-45 tersebut, Donald John Trump dipuji oleh negara Yahudi itu setelah mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Israel, tindakan mengubah kebijakan puluhan tahun Amerika Serikat yang melanggar hukum internasional dan memicu kecaman internasional.

Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz menyetujui sebuah rencana untuk memperpanjang jalur rel kereta api  berkecepatan tinggi yang sedang dibangun antara Tel Aviv dan Yerusalem ke daerah Yahudi, Jewish Quarter, di Kota Tua Yerusalem dan membangun sebuah stasiun di sebelah Western Wall menurut pernyataan kementerian yang dikutip AFP.

Stasiun di dekat dengan situs paling suci tempat orang Yahudi diijinkan  beribadah itu akan dinamai "Donald John Trump" atas perintah menteri tersebut sebagai penghormatan atas  "keputusan bersejarah dan berani" tentang Yerusalem.

Jalur kereta api baru yang mencakup stasiun yang akan dinamai Donald John Trump itu akan mulai menghubungkan Tel Aviv dan Jerusalem tahun 2018, memangkas waktu tempuh menjadi kurang dari 30 menit.

Keputusan kontroversial Donald John Trump soal Yerusalem telah memicu unjuk rasa warga Palestina dan ditolak dalam resolusi Majelis Umum PBB yang tidak mengikat.

Israel merebut bagian Timur Yerusalem termasuk Western Wall dalam Perang Enam Hari 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Western Wall, sisa terakhir kuil kedua Yahudi, berada di kaki kompleks Haram al-Sharif yang mencakup Masjid Al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu, tempat paling suci ketiga bagi umat Islam.

Israel menganggap seluruh kota Yerusalem sebagai Ibu Kota mereka yang tak terbagi, dan warga Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota negara masa depan mereka. (afp)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.173.123 Since: 07.04.14 | 1.7278 sec