YouTube Facebook Twitter RSS
28 May 2018, 0

Internasional

Pengadilan Bangladesh Larang Nikahi Warga Rohingya

Tuesday, 09 January 2018 | View : 54

siarjustisia.com-DHAKA.

Pengadilan Bangladesh pada Senin (8/1/2018) telah menetapkan keputusan pemerintah yang melarang pernikahan antara warganya dengan pengungsi Rohingya. Pengadilan Bangladesh menguatkan larangan menikahi warga Rohingya.

Warga etnis Rohingya meninggalkan Myanmar setelah mengalami serangkaian kekerasan.

Pengadilan Tinggi Dhaka menolak tuntutan hukum dari seorang ayah yang anaknya menikahi seorang remaja Rohingya dalam sebuah upacara pernikahan Muslim pada September lalu, meskipun, ada undang-undang yang melarang penyatuan kedua pasangan semacam itu di Bangladesh.

Perkawinan dengan warga Rohingya telah dilarang pada 2014. Kebijakan itu dikeluarkan guna mencegah ratusan ribu pengungsi tinggal di Bangladesh untuk mencari kewarganegaraan lewat jalan pintas.

Babul Hossain, yang anaknya berusia 26 tahun dan melarikan diri dengan istri barunya setelah menikah mempertanyakan legalitas dari keputusan tersebut. Keputusan itu memberikan ancaman berupa hukuman tujuh tahun penjara bagi warga Bangladesh yang menikahi seorang pengungi Rohingya. Namun demikian, pengadilan menolak permohonannya dan memerintahkan dia membayar biaya hukum senilai 100 ribu taka atau setara dengan 1.200 dolar AS.

"Pengadilan menolak petisi tersebut dan telah menegakkan perintah administratif yang melarang pernikahan antara warga Bangladesh dan orang-orang Rohingya," kata Wakil Jaksa Agung Motaher Hossain Saju, dilansir dari AFP, Selasa (9/1/2018).

Wakil Jaksa Agung Motaher Hossain Saju mengatakan, permintaan Babul Hossain agar pengadilan melindungi anaknya dari langkah penangkapan juga ditolak. Sekitar 655 ribu warga etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus setelah tentara Myanmar memulai kampanye pemerkosaan dan pembunuhan di negara bagian Rakhine.

Mereka bergabung dengan lebih dari 200 ribu pengungsi yang tinggal di Bangladesh yang telah melarikan diri dari kekerasan sebelumnya di Rakhine. Berbagai kelompok bantuan telah melaporkan kasus-kasus orang Bangladesh yang menawarkan perkawinan remaja putri sebagai cara untuk melarikan diri dari kamp-kamp pengungsian di sepanjang perbatasan tenggara Bangladesh.

Babul Hossain tidak bisa dihubungi setelah adanya keputusan itu. Namun dalam sebuah pernyataan sebelumnya, dia membela pernikahan anaknya dengan wanita Rohingya berusia 18 tahun. Ia juga membantah pernikahan itu dilandasi sebuah pencarian kewarganegaraan.

"Jika orang Bangladesh bisa menikahi orang Kristen dan orang-orang dari agama lain, apa salahnya pernikahan anak saya dengan seorang Rohingya? Dia menikahi seorang Muslim yang berlindung di Bangladesh," pungkas Babul Hossain. (afp)

See Also

PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.041.719 Since: 07.04.14 | 0.5962 sec