YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2018, 0

Internasional

Pengadilan Bangladesh Larang Nikahi Warga Rohingya

Tuesday, 09 January 2018 | View : 12

siarjustisia.com-DHAKA.

Pengadilan Bangladesh pada Senin (8/1/2018) telah menetapkan keputusan pemerintah yang melarang pernikahan antara warganya dengan pengungsi Rohingya. Pengadilan Bangladesh menguatkan larangan menikahi warga Rohingya.

Warga etnis Rohingya meninggalkan Myanmar setelah mengalami serangkaian kekerasan.

Pengadilan Tinggi Dhaka menolak tuntutan hukum dari seorang ayah yang anaknya menikahi seorang remaja Rohingya dalam sebuah upacara pernikahan Muslim pada September lalu, meskipun, ada undang-undang yang melarang penyatuan kedua pasangan semacam itu di Bangladesh.

Perkawinan dengan warga Rohingya telah dilarang pada 2014. Kebijakan itu dikeluarkan guna mencegah ratusan ribu pengungsi tinggal di Bangladesh untuk mencari kewarganegaraan lewat jalan pintas.

Babul Hossain, yang anaknya berusia 26 tahun dan melarikan diri dengan istri barunya setelah menikah mempertanyakan legalitas dari keputusan tersebut. Keputusan itu memberikan ancaman berupa hukuman tujuh tahun penjara bagi warga Bangladesh yang menikahi seorang pengungi Rohingya. Namun demikian, pengadilan menolak permohonannya dan memerintahkan dia membayar biaya hukum senilai 100 ribu taka atau setara dengan 1.200 dolar AS.

"Pengadilan menolak petisi tersebut dan telah menegakkan perintah administratif yang melarang pernikahan antara warga Bangladesh dan orang-orang Rohingya," kata Wakil Jaksa Agung Motaher Hossain Saju, dilansir dari AFP, Selasa (9/1/2018).

Wakil Jaksa Agung Motaher Hossain Saju mengatakan, permintaan Babul Hossain agar pengadilan melindungi anaknya dari langkah penangkapan juga ditolak. Sekitar 655 ribu warga etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus setelah tentara Myanmar memulai kampanye pemerkosaan dan pembunuhan di negara bagian Rakhine.

Mereka bergabung dengan lebih dari 200 ribu pengungsi yang tinggal di Bangladesh yang telah melarikan diri dari kekerasan sebelumnya di Rakhine. Berbagai kelompok bantuan telah melaporkan kasus-kasus orang Bangladesh yang menawarkan perkawinan remaja putri sebagai cara untuk melarikan diri dari kamp-kamp pengungsian di sepanjang perbatasan tenggara Bangladesh.

Babul Hossain tidak bisa dihubungi setelah adanya keputusan itu. Namun dalam sebuah pernyataan sebelumnya, dia membela pernikahan anaknya dengan wanita Rohingya berusia 18 tahun. Ia juga membantah pernikahan itu dilandasi sebuah pencarian kewarganegaraan.

"Jika orang Bangladesh bisa menikahi orang Kristen dan orang-orang dari agama lain, apa salahnya pernikahan anak saya dengan seorang Rohingya? Dia menikahi seorang Muslim yang berlindung di Bangladesh," pungkas Babul Hossain. (afp)

See Also

Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.211.637 Since: 07.04.14 | 0.4934 sec