YouTube Facebook Twitter RSS
18 Aug 2018, 0

Hukum

PT. JPW Tipu 708 Jamaah Umrah Riau

Tuesday, 09 January 2018 | View : 114

siarjustisia.com-PEKANBARU.

Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Riau membahas kasus penipuan 708 jamaah umrah yang dilakukan PT. Joe Pentha Wisata, yang dahulu bernama JP Manadia, sehingga peserta tersebut gagal melakukan ibadah umrah dan menimbulkan kerugian materi sekitar Rp 14 miliar.

"Kasus penipuan oleh PT. Joe Pentha Wisata merupakan permasalahan yang harus disikapi dengan seksama oleh Kementerian Agama karena hal tersebut berkaitan dengan pelaksanaan umrah yang berada dibawah pembinaan Bidang PHU Kementerian Agama Provinsi Riau," kata Kepala Kanwil Kemenag Riau, Ahamad Supardi Hasibuan di Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau, Senin (8/1/2018).

Tanggapan tersebut disampaikannya terkait laporan dari 1.000 lebih calon jamaah umrah PT. JPW, sebanyak 708 yang belum diberangkatkan dengan total kerugian mencapai Rp 14 Miliar dengan kasus pidana penipuan dan sedang ditangani oleh Polda Riau.

Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, kasus ini harus disikapi dengan serius, dan saat ini kasus pidananya sedang ditangani oleh Polda Riau.

Namun permasalahannya sekarang, jelasnya, bagaimana perlindungan terhadap calon jamaah umrah, ini perlu ada solusi apakah uang dikembalikan atau diupayakan keberangkatannya oleh pihak travel.

"Mencermati kasus ini, dan untuk mengantisipasinya kedepan Kemenag Riau akan melakukan pertemuan dengan seluruh travel haji dan umrah untuk mendapatkan informasi pasti terkait 5 pasti (prosedur) haji dan umrah itu, sehingga tidak ada lagi jamaah umrah dan haji khusus yang tertipu," terangnya.

Sementara itu, Kabag Keagamaan Kesra Provinsi Riau, H. Rudi Hartono mengatakan, untuk menindaklanjuti permasalahan PT. Joe Penta perlu ada pertemuan lebih lanjut dengan menghadirkan semua unsur terkait, yaitu Polda, Pihak Travel, Biro Hukum, Masyarakat, Kemenag, OJK dan pihak terkait lainnya.

Kanit 2 Subdit 1 Resaimum Polda Riau, Hepi Mas Hepi Mas, mengatakan, PT. JPW dengan tersangka pimpinan PT. JPW kini masih dalam penanganan Polda Riau dengan tindak pidana penipuan, yaitu janji untuk memberangkatkan jamaah, tetapi ternyata tidak diberangkatkan sebanyak 708 orang atau dan kerugian berkisar Rp 14 miliar.

Ia menyebutkan, dari 708 calon jamaah yang tidak diberangkatkan, baru 153 jamaah yang diproses.

"Pada awal operasi travel ini tahun 2014 dengan bekerjasama dengan PT. Madaniah, cukup lancar, dan pada tahun 2016 memiliki izin sendiri dengan Nomor 647 Tahun 2016 dengan alamat Jalan Panda No.45 Sukajadi Pekanbaru. Permasalahan awal bermula sejak akhir tahun 2015 dengan manajemen yang tidak sehat terlihat dari gaji Direktur Keuangan sebesar Rp 75 juta perbulan," ungkapnya.

Terkait dengan perlindungan jamaah yang juga sering dituntut oleh calon jamaah yang tertipu, tentang pengembalian urang mereka dan sebagainya, maka selaku penyidik maka tidak ada kewenangan untuk ini, karena yang kami proses hukum adalah perbuatan tersangka, yaitu penipuan.

"Jadi untuk proses pengembalian uang tentu ini diupayakan dari pihak luar, bisa jadi melalui pengacara atau melalui lembaga bantuan hukum," katanya.

Sementara itu, Yusri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau mengatakan pihaknya sangat konsen dengan perlindungan konsumen termasuk didalamnya adalah jamaah umrah yang telah ditipu oleh travel umrah PT. JPW. 

Untuk itu, ia akan berupaya agar konsumen mendapatkan kepastian apakah diberangkatkan atau uang dikembalikan dengan melakukan penyelusuran asset-asset yang masih dimiliki oleh PT. JPW tersebut.

"Ini perlu diusut tuntas dan masalah jamaah yang belum diberangkatkan diberi kepastian agar kedepan tidak lagi ada kasus- kasus yang sama yang menimpa jamaah. Untuk itu tentu kita akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, Polda, Kemenag, Pemprov maupun Pihak PT. JPW, termasuk Satgas OJK," pungkasnya. (ant)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.440.235 Since: 07.04.14 | 0.6167 sec