YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Mobil Unik Bermuka Dua Ditilang Polisi Di Bandung

Thursday, 18 January 2018 | View : 274
Tags : Bandung

siarjustisia.com-BANDUNG.

Polisi memberhentikan dan menilang satu mobil unik yang ada  di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sebelumnya diberitakan, mobil unik bermuka dua ini viral di dunia maya lantaran beberapa foto dan video yang tersebar di media sosial.

Foto-foto itu diambil warga yang melihat kendaraan tersebut berkendara di Jalan Sukajadi, bahkan mobil berwana oranye ini sempat ditilang oleh anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Sektor (Polsek) Sukajadi lantaran mobil yang dibuat dari dua jenis Toyota Vios Limo 1500 cc tahun 2012 ini tak bisa digunakan di jalan.

Berdasarkan foto yang beredar di dunia maya, mobil berwarna oranye itu terlihat parkir di pinggir jalan, tepatnya di depan MaPolsek Sukajadi, Jalan Sukajadi No.141, Pasteur, Sukajadi, Cipedes, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Di foto tersebut terlihat seorang polisi sedang memperhatikan mobil tersebut.

Kendaraan roda empat ini tampak unik karena tidak memiliki bagian belakang, yang terlihat  dua bagian depan mobil yang disambung menjadi satu. Hal itu membuat orang sulit membedakan bagian depan atau belakangnya.

Kanit Lantas Polsek Sukajadi AKP Hilman membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kendaraan itu ditilang pada Senin (15/1/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibatnya, mobil bermuka dua itu dikenakan pasal 275 ayat 2 tentang persyaratan teknis dan Pasal 286 tentang persyaratan laik jalan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. "Mobil itu ditilang, kami kenai Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 275 ayat (2) tentang Persyaratan Teknis dan Pasal 286 tentang Persyaratan Laik Jalan," kata AKP Hilman saat dihubungi awak media, Selasa (16/1/2018).

Dia menjelaskan, pelanggaran tidak laik jalan ini karena kendaraan tersebut tidak memiliki lampu mundur dan dimensi kendaraan yang tidak sesuai. Tidak hanya itu, kendaraan tersebut juga memiliki mesin ganda.

"Kendaraan itu juga belum memiliki izin rubentina (rubah bentuk ganti warna), bahkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) juga dua. Pelat nomornya juga dua," ujar AKP Hilman.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza menyebutkan, kendaraan itu dibuat untuk keperluan mengikuti kontes.

"Kendaraan itu karena ada kontes," tutur AKBP Agung Reza.

Dia mengatakan, selain menilang, polisi juga membuat surat pernyataan kepada pemilik mobil dan meminta pemiliknya untuk tidak mengendarai kembali mobil itu di jalanan.

Wartawan pun kemudian melakukan penelusuran dan menemukan tempat disimpannya mobil tersebut di suatu tempat di Jalan Cibeureum.

Salah seorang pegawai bengkel, Budi, yang ikut membuat dan membentuk mobil tersebut mengatakan bahwa pembuatan mobil ini lebih kurang enam bulan.

Awalnya mobil tersebut adalah dua mobil Toyota Vios Limo 1.500cc tahun 2012 yang dipotong bagian belakangnya, kemudian dua bagian depannya disambung menjadi satu.

"Awalnya memang mobil operasional taksi, tapi dibeli sama si bos (sebutan pemilik kendaraan bermuka dua), terus dipotong, kemudian disambung," ucap Budi.

Menurut dia, kendaraan ini dibuat oleh lebih dari 10 orang. Selain memiliki dua mesin, dua bagian kendaraan ini juga menggunakan suspensi depan kendaraan roda empat.

"Kendaraan ini memang lama di bagian pengelasan atau penyambungan. Kendaraan ini juga bisa maju mundur, untuk sopirnya juga bisa dua, karena tempat duduknya juga saling membelakangi," ujarnya.

Pengecatan, lanjut Budi, membutuhkan waktu hingga satu bulan.

"Cat yang digunakan autoglove," ujarnya.

Proses pembuatannya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 bulan.

Dijelaskan, proses modifikasi mobil tersebut melibatkan tiga orang tukang las, tiga orang tukang cat, dan beberapa mekanik di bengkel GR Taxi. Sebelum memodifikasi dua mobil sedan miliknya, Roni bermusyawarah dahulu dengan timnya.

Roni menjelakskan proses modifikasi mobil hingga menjadi bermuka dua. Awalnya, mesin kendaraan dan interiornya dikeluarkan hingga menyisakan bodi mobil saja. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan pekerja memotong bagian muka dua kendaraan tersebut.

Pemotongan muka dua mobil pun dilakukan secara manual untuk kemudian disatukan dengan cara dilas. Proses pengelasannya sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, dua potongan bodi depan mobil harus dilas rata dengan ketinggian sasis yang sama.

Sesuai pantauan di lokasi, kendaraan tersebut memiliki dua setir di depan dan belakang, serta kursi dalam yang saling membelakangi.

Mobil unik bermuka dua yang tengah menjadi perbincangan netizen ini tercetus saat Roni melamun di kamar mandi. Kepala Bengkel Gemah Ripah Roni Gunawan (71 tahun), pemilik mobil bermuka dua, mengaku mendapatkan ide gagasan saat melamun di kamar mandi.

Ide itu pun dipicu dari beberapa kendaraan taksi berdebu lantaran sudah lama tak dioperasionalkan akibat dari kalahnya persaingan dengan kendaraan online.

Beberapa unit taksi itu sebagian diparkir di garasi GR Taxi, Jalan Babakan Cibereum, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Karena banyak mobil (taksi) yang enggak operasional karena kalah jalan sama online, jadi iseng motong dua mobil," ujarnya di garasi, Rabu (17/1/2018).

Melihat kendaraan yang menumpuk itu, Roni mengaku iseng dan membuat kendaraan roda empat dari dua unit taksi yang dipotong menjadi dua.

Sekitar Rp 180 juta digelontorkan Roni untuk membeli dua taksi sekaligus memodifikasi kedua mobil tersebut. Roni Gunawan (71 tahun) pemilik mobil unik bermuka dua mengaku dana yang dikeluarkan untuk memodifikasi mobilnya mencapai Rp 180 juta.

"Kalo total seluruhnya saya mengeluarkan dana sebesar Rp 180 juta," kata Roni yang juga Kepala Bengkel Gemah Ripah (GR) saat ditemui di Garasi GR Taxi, Jalan Babakan Cibeureum, Kota Bandung, Rabu (17/1/2018).

"Kalau untuk modifikasinya membutuhkan dana Rp 60 juta, itu di luar harga pembelian dua unit kendaraan itu," sambungnya.

Saat ini, mobil bermuka dua ini masih terparkir di Garasi GR Taxi. Mobil orange yang dibuat dari dua jenis Toyota Vios Limo 1500 cc tahun 2012 ini tak bisa digunakan di jalan. Pasalnya, polisi telah menyatakan kendaraan ini tak laik jalan. (kom)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.392 Since: 07.04.14 | 0.6554 sec