YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Nusantara

Mobil Unik Bermuka Dua Ditilang Polisi Di Bandung

Thursday, 18 January 2018 | View : 381
Tags : Bandung

siarjustisia.com-BANDUNG.

Polisi memberhentikan dan menilang satu mobil unik yang ada  di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sebelumnya diberitakan, mobil unik bermuka dua ini viral di dunia maya lantaran beberapa foto dan video yang tersebar di media sosial.

Foto-foto itu diambil warga yang melihat kendaraan tersebut berkendara di Jalan Sukajadi, bahkan mobil berwana oranye ini sempat ditilang oleh anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Sektor (Polsek) Sukajadi lantaran mobil yang dibuat dari dua jenis Toyota Vios Limo 1500 cc tahun 2012 ini tak bisa digunakan di jalan.

Berdasarkan foto yang beredar di dunia maya, mobil berwarna oranye itu terlihat parkir di pinggir jalan, tepatnya di depan MaPolsek Sukajadi, Jalan Sukajadi No.141, Pasteur, Sukajadi, Cipedes, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Di foto tersebut terlihat seorang polisi sedang memperhatikan mobil tersebut.

Kendaraan roda empat ini tampak unik karena tidak memiliki bagian belakang, yang terlihat  dua bagian depan mobil yang disambung menjadi satu. Hal itu membuat orang sulit membedakan bagian depan atau belakangnya.

Kanit Lantas Polsek Sukajadi AKP Hilman membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kendaraan itu ditilang pada Senin (15/1/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibatnya, mobil bermuka dua itu dikenakan pasal 275 ayat 2 tentang persyaratan teknis dan Pasal 286 tentang persyaratan laik jalan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. "Mobil itu ditilang, kami kenai Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 275 ayat (2) tentang Persyaratan Teknis dan Pasal 286 tentang Persyaratan Laik Jalan," kata AKP Hilman saat dihubungi awak media, Selasa (16/1/2018).

Dia menjelaskan, pelanggaran tidak laik jalan ini karena kendaraan tersebut tidak memiliki lampu mundur dan dimensi kendaraan yang tidak sesuai. Tidak hanya itu, kendaraan tersebut juga memiliki mesin ganda.

"Kendaraan itu juga belum memiliki izin rubentina (rubah bentuk ganti warna), bahkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) juga dua. Pelat nomornya juga dua," ujar AKP Hilman.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza menyebutkan, kendaraan itu dibuat untuk keperluan mengikuti kontes.

"Kendaraan itu karena ada kontes," tutur AKBP Agung Reza.

Dia mengatakan, selain menilang, polisi juga membuat surat pernyataan kepada pemilik mobil dan meminta pemiliknya untuk tidak mengendarai kembali mobil itu di jalanan.

Wartawan pun kemudian melakukan penelusuran dan menemukan tempat disimpannya mobil tersebut di suatu tempat di Jalan Cibeureum.

Salah seorang pegawai bengkel, Budi, yang ikut membuat dan membentuk mobil tersebut mengatakan bahwa pembuatan mobil ini lebih kurang enam bulan.

Awalnya mobil tersebut adalah dua mobil Toyota Vios Limo 1.500cc tahun 2012 yang dipotong bagian belakangnya, kemudian dua bagian depannya disambung menjadi satu.

"Awalnya memang mobil operasional taksi, tapi dibeli sama si bos (sebutan pemilik kendaraan bermuka dua), terus dipotong, kemudian disambung," ucap Budi.

Menurut dia, kendaraan ini dibuat oleh lebih dari 10 orang. Selain memiliki dua mesin, dua bagian kendaraan ini juga menggunakan suspensi depan kendaraan roda empat.

"Kendaraan ini memang lama di bagian pengelasan atau penyambungan. Kendaraan ini juga bisa maju mundur, untuk sopirnya juga bisa dua, karena tempat duduknya juga saling membelakangi," ujarnya.

Pengecatan, lanjut Budi, membutuhkan waktu hingga satu bulan.

"Cat yang digunakan autoglove," ujarnya.

Proses pembuatannya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 bulan.

Dijelaskan, proses modifikasi mobil tersebut melibatkan tiga orang tukang las, tiga orang tukang cat, dan beberapa mekanik di bengkel GR Taxi. Sebelum memodifikasi dua mobil sedan miliknya, Roni bermusyawarah dahulu dengan timnya.

Roni menjelakskan proses modifikasi mobil hingga menjadi bermuka dua. Awalnya, mesin kendaraan dan interiornya dikeluarkan hingga menyisakan bodi mobil saja. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan pekerja memotong bagian muka dua kendaraan tersebut.

Pemotongan muka dua mobil pun dilakukan secara manual untuk kemudian disatukan dengan cara dilas. Proses pengelasannya sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, dua potongan bodi depan mobil harus dilas rata dengan ketinggian sasis yang sama.

Sesuai pantauan di lokasi, kendaraan tersebut memiliki dua setir di depan dan belakang, serta kursi dalam yang saling membelakangi.

Mobil unik bermuka dua yang tengah menjadi perbincangan netizen ini tercetus saat Roni melamun di kamar mandi. Kepala Bengkel Gemah Ripah Roni Gunawan (71 tahun), pemilik mobil bermuka dua, mengaku mendapatkan ide gagasan saat melamun di kamar mandi.

Ide itu pun dipicu dari beberapa kendaraan taksi berdebu lantaran sudah lama tak dioperasionalkan akibat dari kalahnya persaingan dengan kendaraan online.

Beberapa unit taksi itu sebagian diparkir di garasi GR Taxi, Jalan Babakan Cibereum, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Karena banyak mobil (taksi) yang enggak operasional karena kalah jalan sama online, jadi iseng motong dua mobil," ujarnya di garasi, Rabu (17/1/2018).

Melihat kendaraan yang menumpuk itu, Roni mengaku iseng dan membuat kendaraan roda empat dari dua unit taksi yang dipotong menjadi dua.

Sekitar Rp 180 juta digelontorkan Roni untuk membeli dua taksi sekaligus memodifikasi kedua mobil tersebut. Roni Gunawan (71 tahun) pemilik mobil unik bermuka dua mengaku dana yang dikeluarkan untuk memodifikasi mobilnya mencapai Rp 180 juta.

"Kalo total seluruhnya saya mengeluarkan dana sebesar Rp 180 juta," kata Roni yang juga Kepala Bengkel Gemah Ripah (GR) saat ditemui di Garasi GR Taxi, Jalan Babakan Cibeureum, Kota Bandung, Rabu (17/1/2018).

"Kalau untuk modifikasinya membutuhkan dana Rp 60 juta, itu di luar harga pembelian dua unit kendaraan itu," sambungnya.

Saat ini, mobil bermuka dua ini masih terparkir di Garasi GR Taxi. Mobil orange yang dibuat dari dua jenis Toyota Vios Limo 1500 cc tahun 2012 ini tak bisa digunakan di jalan. Pasalnya, polisi telah menyatakan kendaraan ini tak laik jalan. (kom)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.524 Since: 07.04.14 | 0.5604 sec