YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2018, 0

Hukum

Satgas Nusantara Polri Dinginkan Pilkada Serentak 2018

Friday, 19 January 2018 | View : 22

siarjustisia.com-JAKARTA.

Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) menyatakan bahwa pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara bertujuan mendinginkan suasana dan kondisi masyarakat saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

"Satgas Nusantara tugasnya bersama-sama memberikan pendinginan, mendinginkan suasana," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Drs. Setyo Wasisto, S.H. di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).

Ia mengatakan komposisi Satgas Nusantara itu akan diisi para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meredam suasana yang cenderung panas di tengah masyarakat menjelang pilkada serentak di 171 daerah, meliputi provinsi, kabupaten maupun kotamadya.

Mantan WaKabaintelkam Polri, Irjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H. menuturkan memasuki Januari 2018 diramaikan isu dan persiapan pilkada, atau ibaratnya partai politik mulai bergerak, dan diharapkan jangan sampai berlebihan (over).

"Mereka akan bergerak semua. Nah, jangan sampai over. Jangan sampai kepanasan, maka perlu pendingin," papar mantan Kadivkum Polri, Irjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H.

Mantan Kasubdit III Ditsosbud Baintelkam Polri, Irjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H. menyebutkan Satgas Nusantara yang diisi tokoh masyarakat dan tokoh agama itu akan menyampaikan pernyataan yang positif untuk meredam situasi panas di tengah masyarakat.

Mantan Dirkamneg Baintelkam Polri ini tidak membantah Satgas Nusantara untuk mengantisipasi kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat karena Pilkada Serentak 2018.

Selain itu, mantan WaDirpolitik Baintelkam Polri ini mengungkapkan, Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemangku kepentingan lainnya untuk memetakan daerah rawan pada Pilkada Serentak 2018.

Saat ini Polri mengidentifikasi daerah rawan pada Pilkada Serentak 2018, antara lain Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat.

"Nanti kita analisis lagi, ketika KPU menetapkan calon," demikian mantan Dirintelkam Polda Metro Jaya tersebut Irjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H. menambahkan. (ant)

See Also

Menghindari Proses E-Katalog LKPP, Pembelian Komputer Sekolah Berpotensi Terjadi Korupsi
Kodim 0716/Demak Dukung Pemerintah Perangi Narkoba
KPK OTT Di Subang
Gunakan Narkoba, Fachri Albar Dicokok Polres Metro Jakarta Selatan
Penyuluhan Hukum Dari Kumdam IV/Diponegoro
Bupati Halmahera Timur Bantah Terima Suap
KPK Tahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada
Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
KPK Tahan Bupati Halmahera Timur
KPK Tetapkan Bupati Halmahera Timur Sebagai Tersangka Suap
Dokter Bimanesh Sutarjo Diperiksa KPK
Polri Sebut Penyelidikan Ambruknya Selasar Tower II BEI Selesai
Polri Optimistis Pilkada Serentak 2018 Aman
39 Calon Kepala Daerah Tak Laporkan Hartanya Ke KPK
Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
KPK Rencanakan Panggil Kembali Dua Anak Setya Novanto
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.397.329 Since: 07.04.14 | 0.701 sec